Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Seperti Apa Sekolah Saat Virus Corona Masih Ada?

Rabu 20 May 2020 00:34 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Siswa kelas sembilan mengikuti tes wajib virus corona di sebuah sekolah di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (14/5).

Siswa kelas sembilan mengikuti tes wajib virus corona di sebuah sekolah di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (14/5).

Foto: EPA-EFE / PENG NIAN
Beberapa negara menunjukkan cara siswa bersekolah di tengah pandemi corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak negara yang mempertahankan lockdown. Namun, beberapa negara perlahan mulai melonggarkan pembatasan hingga membuat sekolah kembali terselenggara dalam sesi pengajaran langsung.

Seperti apa kelas itu saat pandemi? Dilansir ABC News, ketika China dan Denmark membuka kembali negaranya, mereka memberikan jawaban percobaan bagaimana protokol sosial jarak jauh dan keselamatan dimainkan. Penutup wajah menjadi pemandangan umum, ketika anak-anak sekolah kembali ke meja mereka.

Baca Juga

China membuka kembali sekolah selama beberapa pekan terakhir, dari Hubei ke Chongqing ke Guangdong. Dari provinsi ke provinsi, siswa dan guru memakai masker wajah, dengan beberapa pengecualian, seperti saat kelas olahraga atau makan siang.

Di Prancis, di mana sebagian besar sekolah dibuka kembali pekan ini, masker dikenakan siswa-siswa berusia 11 tahun ke atas. Di kota-kota, seperti La Grand-Croix dan Val-de-Reuil, siswa sekolah dasar mengenakan topi pelindung.

photo
Seorang guru menyambut anak-anak sekolah di Strasbourg, Prancis, Kamis (14/5).- (AP / Jean-Francois Badias)

Di Jerman, di mana sekolah-sekolah mulai dibuka kembali bulan lalu, peraturan masker bervariasi di setiap negara bagian. Maker wajib bagi semua anak berusia tujuh tahun ke atas di Bavaria.

Bagaimana menegakkan jarak sosial di ruang kelas yang ramai dan saat istirahat? Salah satu caranya adalah membuat siswa pada jadwal yang berbeda untuk membatasi ruang kelas dan lorong. New South Wales, negara bagian terbesar Australia, membuka kembali sekolah pada Senin. Para siswa menghadiri satu hari dalam seminggu, dan sisanya belajar dari rumah.

Solusi lain adalah memindahkan kelas di luar ruangan. Di Denmark, yang mulai membuka kembali sekolah pada pertengahan April, kelas diadakan di luar, seperti di taman.

Beberapa sekolah menegakkan jarak sosial melalui sarana seperti partisi plastik saat makan siang, terlihat di Taiwan. Ada juga yang menggambar tanda berdiri menggunakan kapur bagi siswa untuk bermain di luar ruangan yang diamati di sebuah prasekolah di Tourcoing, Prancis.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemeriksaan suhu tubuh harian untuk siswa sebagai bagian dari langkah-langkah kesehatan masyarakat Covid-19 sekolah. Di Shanghai, China siswa dan staf masuk sekolah melalui pemindai termal. Di pedesaan Willow Creek School di Montana, salah satu sekolah pertama yang dibuka kembali di AS selalu memeriksa suhu tubuh siswa saat masuk.

Tes diagnostik Covid-19 juga dilakukan di halaman sekolah. Pengujian adalah hal biasa di Wuhan, China di mana siswa berbaris untuk menjalani pengambilan sampel swab. Sebuah sekolah menengah di Neustrelitz, di Jerman utara, siswa menjalani tes dua kali seminggu. Jika mereka dinyatakan positif, mereka tinggal di rumah selama dua pekan. Namun, jika hasilnya negatif, mereka memakai stiker hijau.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA