Saturday, 13 Zulqaidah 1441 / 04 July 2020

Saturday, 13 Zulqaidah 1441 / 04 July 2020

Trump Sudah Telan Hydroxychloroquine untuk Cegah Corona

Selasa 19 May 2020 09:16 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggunakan hydroxychloroquine sebagai obat pencegah virus corona walaupun obat itu digunakan untuk malaria. Ilustrasi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggunakan hydroxychloroquine sebagai obat pencegah virus corona walaupun obat itu digunakan untuk malaria. Ilustrasi.

Foto: AP/Patrick Semansky
Hydroxychloroquine tidak direkomendasikan FDA untuk mencegah corona

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pengumuman mengejutkan. Ia mengatakan tetap menggunakan hydroxychloroquine sebagai obat pencegah virus corona walaupun obat itu digunakan untuk malaria.

"Saya minum hydroxychloroquine, saya sudah menggunakannya sejak pekan lalu, satu pil per hari," kata Trump, Selasa (19/5).

Hal ini ia sampaikan dalam sesi tanya-jawab dengan wartawan usai ia bertemu dengan pengusaha restoran yang terdampak virus corona. Beberapa pekan lalu Trump sudah mempromosikan obat itu sebagai obat potensional. Sebab ada laporan positif mengenai pengunaan obat tersebut terhadap virus corona. Tapi penelitian menunjukkan obat itu tidak membantu.

Badan Obat-obatan dan Makanan AS (FDA) merilis peringatan penggunaan obat tersebut. Dalam pernyataannya pada 24 April lalu, FDA mengatakan 'ada laporan masalah irama jantung' pada pasien Covid-19 yang diobati dengan hydroxychloroquine atau obat yang lebih tua, chloroquine.

Baca Juga

Trump yang dites setiap hari mengatakan ia bertanya pada dokter Gedung Putih apakah tidak apa apabila ia meminum hydroxychloroquine. Dokter tersebut mengatakan padanya 'ya, jika Anda menyukainya'.

Trump kerap menyalahi aturan pembatasan sosial. Ia menolak memakai masker di Gedung Putih walaupun protokol sudah mewajibkannya.

Sebelumnya Moderna Inc melaporkan kemajuan vaksin potensial. Sejauh ini satu-satunya pengobatan potensial adalah remdesivir yang dikembangkan Gilead Sciences.

Tak lama setelah pernyataan Trump, stasiun televisi Fox News mewawancarai kepala obat-obatan Rumah Sakit Universitas St. Joseph, Bob Lahita. Ia memperingatkan masyarakat untuk tidak meminum hydroxychloroquine. "Kami telah melihat tidak ada dampaknya dan kami sudah merawat sejumlah pasien dengan itu," katanya.

Trump mengatakan ia juga meninum antibiotik pencegah infeksi, azitromisin. Trump mengatakan dalam hubungannya dengan hydroxychloroquine ia juga meminum zinc. "Saya bisa katakan sejauh ini saya tampaknya baik-baik saja," kata Trump.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA