Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Akankah Wisata Kembali Bergairah?

Senin 18 May 2020 18:02 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Satya Festyiani

Danau Balikligol di provinsi Sanliurfa di tenggara Turki dianggap sakral selama ribuan tahun. Tempat ini diyakini menjadi tempat di mana Nabi Ibrahim dimasukkan ke dalam api. Lokasi ini menjadi destinasi wisata Islam yang bisa dikunjungi virtual.

Danau Balikligol di provinsi Sanliurfa di tenggara Turki dianggap sakral selama ribuan tahun. Tempat ini diyakini menjadi tempat di mana Nabi Ibrahim dimasukkan ke dalam api. Lokasi ini menjadi destinasi wisata Islam yang bisa dikunjungi virtual.

Foto: Daily Sabah
Prediksi rata-rata pariwisata global kembali menggeliat 19 bulan setelah corona usai.

REPUBLIKA.CO.ID, Akses bepergian tengah dibatasi akibat pandemi Covid-19. Meski demikian, bukan berarti optimisme untuk segera keluar dari pandemi ikut terhenti. Salah satu cara menerbitkan optimisme adalah dengan membuat perencanaan liburan setelah pandemi ini berakhir. 

Perencanaan liburan bisa menjadi penyemangat di tengah masa pembatasan sosial. Insight of Indonesia (IOI), organisasi yang memiliki visi menggaungkan pariwisata Tanah Air, optimistis dunia wisata kembali bergairah usai pandemi corona berlalu.

Sekretaris Jenderal IOI, Ikhsan Tualeka, menyaring dari berbagai jurnal internasional bahwa prediksi rata-rata pariwisata global kembali menggeliat yakni 19 bulan setelah corona usai. Lamanya waktu itu bisa saja dipersingkat dengan kerja sama berbagai pihak.

"Optimisme kita tinggi, tapi tergantung tiga elemen. Pertama adalah negara, pemerintah, sebagai regulator. Kedua, pengelola pariwisata, dan ketiga pelaku wisata atau para wisatawan," ungkap Ikhsan beberapa waktu lalu saat dihubungi Republika.

Menurut Ikhsan, pemerintah perlu mengambil langkah strategis, baik berupa paket kebijakan ekonomi, transportasi, atau promosi. Sementara, pengelola tempat wisata dituntut lebih kreatif memberikan layanan serta memasarkan destinasi.

Elemen ketiga, yakni para pelancong, tentunya didorong untuk berwisata begitu pandemi usai. Meski demikian, Ikhsan mengingatkan sebaiknya menunggu waktu untuk merancang perjalanan. Menjaga kondisi keluarga di tengah pandemi adalah yang utama.

Memang benar saat ini ada banyak paket tawaran diskon serta agen yang menawarkan jaminan reschedule atau refund. Meski begitu, Ikhsan mengatakan lebih aman jika perencanaan perjalanan dibuat ketika sudah jelas pandemi benar-benar berakhir.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA