Senin 18 May 2020 15:52 WIB

Meski Mulai Turun, Harga Gula Pasir Masih Diatas HET

Di pasar modern dan retail, harga gula pasir sudah normal

Rep: zuli istiqomah/ Red: Hiru Muhammad
Seorang petugas Kantor Wilayah Bulog Jawa Tengah memasang pemberitahuan harga gula pasir dengan HET Rp 12.500 per kilogram, di salah satu kios pedagang Pasar Bulu, Kota Semarang, Senin (18/5). Bulog Jawa Tengah hari ini menggelar operasi pasar gula pasir guna menekan tingginya harga komoditas tersebut di pasar tradisional.
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Seorang petugas Kantor Wilayah Bulog Jawa Tengah memasang pemberitahuan harga gula pasir dengan HET Rp 12.500 per kilogram, di salah satu kios pedagang Pasar Bulu, Kota Semarang, Senin (18/5). Bulog Jawa Tengah hari ini menggelar operasi pasar gula pasir guna menekan tingginya harga komoditas tersebut di pasar tradisional.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA — Harga gula pasir masih belum stabil sejak beberapa bulan ke belakang. Meski mulai turun, harga gula pasir yang dijual di pasaran masih di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purwakarta Karliati Djuanda mengatakan harga rata-rata di pasar tradisional di Purwakarta berkisar Rp 17.500 perkilogramnya. Padahal HET yang ditetapkan pemerintah yakni Rp 12.500 perkilogramnya.

“Untuk pasar trdisional harganta masih di atas HET, warungan juga. Tetapi ini sudah mulai turun juga harganya karena stok gula pasir sudah mulai banyak,” kata Ati saat dihubungi Republika, Senin (18/5).

Ia mengatakan untuk di pasar modern dan retail, harga gula pasir sudah normal. Pihaknya mengecek langsung ke pasar-pasar tradisional yang sudah mulai tersedia stok gula pasir kemasan dengan harga sesuai HET.

“Hari ini tim pengawasan dinas sedang melakukan monitoring di retail, untuk beberapa retail sudah banyak stok gula pasir nya dan harga HET,” tuturnya.

Ia mengatakan masyarakat dapat membeli gula pasir denfan harga HET di retail-retail. Sementara untuk pasar tradisional harganya masih fluktuatif tergantung pada permintaan dan pasokan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karawang, Ahmad Suroto memastikan menjelang perayaan Idul Fitri sejumlah harga pangan relatif normal. Sejumlah komoditas tertentu yang harganya masih di atas normal, diantarnya adalah gula putih dan daging ayam broiler."Gula putih dan daging ayam boi|er masih fluktuatif," kata Suroto dalam keterangan tertulisnya. 

la menyebutkan gula putih harganya masih berkisar pada Rp17.000 perkilogram. Sementara itu ayam broiler saat ini mengalami kenaikan harga Rp 5.000 menjadi Rp40.000 perkilogram. 

Komoditi cabai merah keriting justru mengalami penurunan harga yang sebelumnya Rp 40.000 perkilogram kini hanya Rp 36.000 perkilogram.  "Kalau ada lonjakan, kita akan melakukan langkah operasi pasar murah. Dan tim satgas pangan pasti akan turun secara cepat," ujarnya.

 

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement