Ahad 17 May 2020 22:33 WIB

Penjualan di Pasar Tradisional Bogor Turun 50 Persen

Ada laporan dari pedagang, pembelian ini turun sampai 50 persen.

Rep: ayobandung.com/ Red: ayobandung.com

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Penjualan di pasar tradisional Kota Bogor mengalami penurunan hingga 50 persen. Hal ini terungkap saat Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto melakukan pemantauan stok dan harga kebutuhan pokok jelang Hari Raya Idulfitri 1441 H di Pasar Baru Bogor, Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, Minggu (17/5).

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan operasi pasar dengan menjual gula pasir murah untuk menstabilkan harga yang tinggi dipasaran.

"Tadi bersama-sama ke dalam melihat harga ada beberapa komoditas naik tapi cenderung stabil. Ada juga laporan dari pedagang, pembelian ini turun sampai 50 persen," ujar Wali Kota Bogor Bima Arya yang ikut mendampingi menteri perdagangan.

Bima berharap beberapa harga komoditas yang naik karena masih fase penyesuaian dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku ketat. 

"Tapi Insya Allah dengan turunnya Kementerian Perdagangan ini dengan operasi pasar membuat harga yang tadinya agak tinggi sekarang bisa dinormalkan kembali karena setiap hari diintervensi, kita berharap masa sulit segera selesai, PSBB tahap tiga juga cepat selesai dengan hasil-hasil yang baik agar situasi normal roda ekonomi menggeliat kembali," tambahnya.

Dalam operasi pasar tersebut gula pasir dijual dengan harga Rp12.500 atau jauh lebih murah dari harga pasar saat ini yang mencapai Rp 20 ribu. Setiap pembelian akan dibatasi hanya 2 kilogram per KTP.

Mendag Agus Suparmanto menyatakan, operasi pasar gula pasir ini untuk menurunkan harga sehingga bisa terjangkau oleh konsumen.

"Untuk pasar ini kita akan drop bekerja sama dengan rosebrand. Kita distribusikan 12 ton per hari, khusus pasar ini. Sehingga konsumen juga akan terbantu harganya lebih turun dari biasanya," ujar Agus.

Sementara itu Ketua Satgas Pangan Polri Brigjen Daniel Tahi Monang menegaskan, akan menindak tegas oknum yang menaikan harga komoditas yang tidak wajar.

"Kami dari Satgas Pangan terus mengawal operasi pasar yang dilakukan oleh Kemendag dan lainnya. Hasil pengecekan kami di lapangan harga masih stabil dan semua pedagang pasar menyadari ini tanggung jawab semua membuat harga terjangkau untuk masyarakat," terangnya.

Pihaknya mengingatkan, apabila ada pedagang atau distributor atau subdistributor yang memainkan harga sehingga tidak terjangkau atau mengalami kenaikan yang signifikan disilakan untuk melapor. 

"Kami akan tindak. Kami ingatkan pedagang agar memelihara harga ini tetap terjangkau," katanya.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ayobandung.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ayobandung.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement