Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Ucapkan Shodaqollohul Adhim Usai Baca Alquran tak Boleh?

Ahad 17 May 2020 08:52 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Sebagian ulama pernah melarang pembacaan shodaqollahul adhim.

REPUBLIKA.CO.ID, Setiap kali membaca Alquran, kebanyakan dari umat Islam memungkasi bacaan mereka dengan kalimat shodaqollahul adhim.

Makna kalimat tersebut berarti Mahabenar Allah SWT yang Maha-agung atau kemudian juga terkenal dengan terjemahan bebas: Mahabenar Allah SWT dengan segala firman-Nya.  

Menurut Direktur Aswaja Center Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin, bacaan "shodaqollohul Adhim" ini dinilai bidah sebagian ulama antara lain Syekh Bin Baz dan Syekh Utsaimin. Namun almarhum Syekh Athiyah Shaqr, salah satu guru besar perbandingan madzhab fiqih dan mufti Al Azhar Mesir mengeluarkan fatwa terkait amaliah membaca shodaqollahul adhim  saat selesai membaca Alquran (Fatawa al-Azhar, 8/86):  

وذكر القرطبى في مقدمة تفسيره أن الحكيم الترمذى تحدث عن آداب تلاوة القراَن الكريم وجعل منها أن يقول عند الانتهاء من القراءة : صدق الله العظيم أو أية عبارة تؤدى هذا المعنى . ونص عبارته "ج 1 ص 27 " : ومن حرمته إذا انتهت قراءته أن يصدق ربه ، ويشهد بالبلاغ لرسوله صلى الله عليه وسلم 

Al Qurthubi menyebutkan di mukadimah tafsirnya bahwa Hakim At Tirmidzi menyampaikan tatakrama dalam membaca Alquran diantaranya adalah “Mahabenar Allah”, atau redaksi lain yang semakna. Ia menjelaskan (1/27) bahwa diantara bentuk memuliakan Alquran jika selesai membacanya adalah menyatakan Allah mahabenar dan memberi kesaksian bahwa Rasulullah telah menyampaikan wahyu.

وجاء فى فقه المذاهب الأربعة ، نشر أوقاف مصر، أن الحنفية قالوا : لو تكلَّم المصلى بتسبيح مثل . صدق اللّه العظيم عند فراغ القارئ من القراءة لا تبطل صلاته إذا قصد مجرد الثناء والذكر أو التلاوة ، وأن الشافعية قالوا : لا تبطل مطلقا بهذا القول 

Dijelaskan dalam fikih empat madzhab bahwa Ulama Hanafiyah berkata: “Jika orang yang salat membaca tasbih, misalnya ‘Allah Mahabenar’ setelah imamnya selesai membaca Alquran, maka tidak batal jika bertujuan memuji Allah, berdzikir atau membaca Alquran”. Ulama Syafiiyah berkata: “Tidak batal mengucapkan kalimat ‘Allah Mahabenar’ secara mutlak”

فكيف يجرؤ أحد فى هذه الأيام على أن يقول : إن قول : صدق الله العظيم ، بعد الانتهاء من قراءة القرآن بدعة؟ أكرر التحذير من التعجل فى إصدار أحكام فقهية قبل التأكد من صحتها ، والله سبحانه وتعالى يقول :{ولا تقولوا لما تصف ألسنتكم الكذب هذا حلال وهذا حرام لتفتروا على الله الكذب إن الذين يفترون على الله الكذب لا يفلحون } النخل : 116

Maka bagaimana mungkin hari ini ada yang mengatakan bahwa mengucapkan Allah Mahabenar setelah membaca Alquran adalah bidah? Saya (Syaikh Athiyah) ulang-ulang mengingatkan supaya tidak tergesa-gesa dalam mengeluarkan hukum fikih sebelum memperkuat kesahihannya.

Allah berfirman: “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.” (QS An Nahl: 116)

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA