Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Saudi: Masjidil Haram Tutup Bukti Islam Utamakan Kesehatan

Jumat 15 May 2020 19:33 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah

Saudi: Masjidil Haram Tutup Bukti Islam Utamakan Kesehatan. Jamaah dengan jumlah terbatas melaksanakan sholat dengan menjaga jarak di Masjidil Haram, Mekkah.

Saudi: Masjidil Haram Tutup Bukti Islam Utamakan Kesehatan. Jamaah dengan jumlah terbatas melaksanakan sholat dengan menjaga jarak di Masjidil Haram, Mekkah.

Foto: Saudi Press Agency/Handout via Reuters
Menutup Masjidil Haram dan Masjid Nabawi merupakan keputusan berat.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Perwakilan Tetap Kerajaan Arab Saudi untuk PBB, Abdullah bin Yahya Al Muallimi mengatakan keputusan berat dan luar biasa yang harus diambil Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman menunda sholat bagi jamaah di dua masjid suci di Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah. Hal itu, menurutnya, menegaskan Islam memposisikan kehidupan dan kesehatan sebagai prioritas. 

Seperti dilansir Saudi Gazette, Jumat (15/5), Muallimi mengatakan penangguhan sholat yang terjadi untuk pertama kalinya dalam beberapa abad selama bulan suci Ramadhan telah menegaskan fakta Islam menempatkan kehidupan dan kesehatan manusia di atas semua pertimbangan. Ia mengatakan keputusan itu diambil berdasarkan arahan para ahli kesehatan masyarakat untuk membatasi penyebaran dan dampak dari virus corona.

Pernyataan Al Muallimi itu disampaikan saat dirinya berpartisipasi dalam pertemuan tingkat tinggi secara virtual yang diselenggarakan delegasi tetap Kerajaan Maroko untuk PBB yang membahas tentang peran pejabat lembaga keagamaan dari berbagai agama dalam mengatasi berbagai tantangan pandemi covid-19. Al Muallimi menegaskan keputusan yang diambil kerajaan Arab Saudi sangat sulit, terutama bagi banyak Muslim yang ingin mengunjungi tempat paling suci di bumi. Namun demikian keputusan itu mendapat dukungan dari Dewan Ulama Senior Kerajaan Arab Saudi serta badan lainnya yang serupa, juga oleh dewan di seluruh dunia. 

Baca Juga

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA