Muslim Singapura Dilarang Silaturahim Saat Lebaran

Rep: Fergi Nadira/ Red: A.Syalaby Ichsan

 Jumat 15 May 2020 13:58 WIB

Muslimah SIngapura Foto: onislam.net Muslimah SIngapura

Lebaran yang jatuh pada 24 Mei masih berada dalam periode pemutus sirkuit

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA - Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) mengatakan, umat Islam harus menghindari kunjungan dan pertemuan tradisional Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut guna mengikuti langkah pembatasan sosial pada pertemuan publik dan pribadi selama periode "pemutus sirkuit" yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran virus korona tipe baru atau Covid-19.

MUIS mencatat Hari Raya Lebaran yang jatuh pada 24 Mei masih berada dalam periode pemutus sirkuit. "Kunjungan ke orang-orang yang dicintai di rumah tangga yang berbeda, terutama anggota keluarga lanjut usia, harus ditunda sampai pembatasan kunjungan dicabut, kecuali bila pemberian perawatan yang penting diperlukan," kata MUIS seperti dikutip Channel News Asia, Jumat (15/5).

Dewan itu juga mengatakan bahwa mereka yang keluar untuk berbelanja harus melakukannya secara individual dan menjaga perjalanan sesingkat mungkin. MUIS mencatat bahwa lansia berada pada risiko terbesar penyakit parah, komplikasi, dan kematian akibat akibat Covid-19.

Menurut dewan, kunjungan panjang yang melibatkan interaksi fisik yang erat akan meningkatkan risiko ini. "Adalah lebih penting untuk mengambil tindakan pencegahan sekarang dan menyesuaikan dengan norma-norma baru, sehingga kita dapat mengunjungi orang yang kita cintai nanti ketika aman untuk melakukannya, di Hari Raya yang akan datang," katanya.

Dewan menegaskan, pihaknya telah merencanakan beberapa inisiatif untuk membantu umat Islam memenuhi tugas keagamaan mereka selama periode Hari Raya Idul Fitri sambil mematuhi langkah-langkah menjaga jarak yang aman. Kegiatan takbir di masjid pada malam Hari Raya tidak akan mungkin terlaksana karena penutupan masjid di negara itu.

Sebaliknya ini akan dilakukan oleh umat Islam dengan anggota keluarga mereka di rumah mereka sendiri. Mufti Dr Nazirudin Mohd Nasir dan berbagai asatizah (guru agama) memimpin langsung melalui saluran online, seperti saluran Youtube TV SalamSG MUIS, serta di Facebook akun MUIS dan masjid individu. "Ini akan dilakukan untuk pertama kalinya di Singapura," kata MUIS.

Shalat Idul Fitri juga tidak akan dilakukan di masjid. MUIS juga mencatat bahwa sholat takbir dan Aidilfitri pada pagi Hari Raya tidak dapat dilakukan di masjid, seperti yang biasanya terjadi. "Tahun ini, karena masjid kami tetap ditutup, umat Islam akan merayakan shalat Hari Raya di rumah mereka dengan anggota keluarga mereka dari rumah tangga yang sama," kata dewan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X