Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Sejarah Hari Ini: Inggris Uji Bom Hidrogen

Jumat 15 May 2020 12:55 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Uji coba bom hidrogen Inggris pada 1957. Pada 15 Mei 1957 Inggris untuk kali pertama menguji bom hidrogen di Pulau Christmas.

Uji coba bom hidrogen Inggris pada 1957. Pada 15 Mei 1957 Inggris untuk kali pertama menguji bom hidrogen di Pulau Christmas.

Foto: guardian
Pada 15 Mei 1957 Inggris untuk kali pertama menguji bom hidrogen di Pulau Christmas

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Pada 15 Mei 1957 Inggris untuk kali pertama menguji bom hidrogen di Pulau Christmas di Samudera Hindia, sebelah selatan Indonesia. Pengujian bom hidrogen tersebut dipicu negara-negara lain yang berlomba memperbanyak senjata selama Perang Dingin.

Dilansir laman BBC History, pengumuman pengujian oleh Kementerian Pasokan Inggris hanya dideskripsikan sebagai "perangkat nuklir".  Istilah "perangkat" menunjukkan bahwa itu adalah peledak eksperimental dan bukan senjata yang dikembangkan sepenuhnya.

Namun, alat itu hampir pasti bagian dari program senjata termo-nuklir yang dimulai pada Desember 1954 untuk mengembangkan bom hidrogen megaton, yang sama kuatnya dengan satu juta ton TNT. Tes dilakukan di ketinggian di atas Pulau Christmas yang sebagian besar tidak berpenghuni untuk meminimalkan kejatuhan nuklir.

Pengujian ini adalah rangkaian tes paling penting yang dilakukan oleh Inggris. Sebab  sudah dikembangkan dengan sumber daya terbatas dan dalam waktu yang sangat singkat.

Para ilmuwan telah mengambil dua tahun untuk mengembangkan tes dibandingkan dengan rekan-rekan Amerika mereka yang mengambil tujuh tahun sebelum meledakkkan perangkat pertama mereka. Bom dijatuhkan oleh jet bermesin empat, Valiant dari No 49 Squadron RAF Bomber Command, biasanya berbasis di RAF Wittering, Northants.

Menteri Pasokan Inggris, Aubrey Jones dikabarkan tentang uji coba nuklir Pasifik oleh Wakil Marsekal Udara WE Oulton, komandan gugus tugas dan WRJ Cook, direktur ilmiah program tersebut. Para ilmuwan sedang mengevaluasi hasil pengujian dan akan membuat pernyataan lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA