Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Afrika Selatan Tidak Terburu-buru Longgarkan Lockdown

Kamis 14 May 2020 08:54 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya

Cyril Ramaphosa

Cyril Ramaphosa

Foto: AP Photo/Mike Hutchings
Afrika Selatan melaporkan 12.074 kasus virus corona dengan 219 angka kematian.

REPUBLIKA.CO.ID, JOHANNESBURG -- Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa tidak akan mengambil keputusan yang terburu-buru untuk melonggarkan pembatasan. Pemberlakuan pembatasan ketat akan berlangsung hingga Juni di sejumlah wilayah yang memiliki tingkat infeksi virus corona terbanyak dan berada di level 4 dari sistem kewaspadaan.

Ramaphosa memberlakukan lockdown dengan sangat ketat mulai akhir Maret. Dalam pidatonya dia mengatakan, langkah ketat diperlukan untuk meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan negra dan mencegah kematian. Pada 1 Mei, pemerintah telah menurunkan tingkat kewaspadaan dari level 5 menjadi level 4.

"Kami akan melanjutkannya dengan hati-hati. Tujuan kami adalah untuk terus meningkatkan kegiatan ekonomi sambil memberlakukan langkah-langkah untuk mengurangi penularan virus dan memberikan perawatan yang memadai bagi mereka yang terinfeksi dan membutuhkan perawatan," ujar Ramaphosa.

Afrika Selatan melaporkan 12.074 kasus virus corona yang dikonfirmasi dengan 219 kematian. Ramaphosa mengatakan, pemerintah akan berkonsultasi dengan pihak berwenang terkait kewaspadaan penyebaran virus corona. Rencananya, pemerintah akan menurunkan level kewaspadaan menjadi sianga 3 pada akhir Mei.

"Kami akan segera memulai proses konsultasi dengan para pemangku kepentingan terkait pada proposal bahwa pada akhir Mei, sebagian besar negara ditempatkan pada tingkat siaga 3, tetapi bagian-bagian negara dengan tingkat infeksi tertinggi tetap pada tingkat 4," ujar Ramaphosa.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA