Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Jubir: Selama Belum Ada Vaksin, Kita Adaptasi Norma Baru

Rabu 13 May 2020 17:11 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Teguh Firmansyah

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.

Foto: ANTARA/Nova Wahyudi
Norma baru itu yakni dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengingatkan masyarakat untuk membiasakan pola hidup baru dalam melawan Covid-19. Yurianto menerangkan, selama belum ditemukan vaksin Covid-19, maka masyarakat belum terbebas dari virus tersebut.
 
Ia mengatakan, satu-satunya cara melakukan pencegahan dengan membiasakan pola hidup yang bersih dan sehat. "Kita sadari betul bahwa sekarang ini belum ditemukan vaksin, belum ditemukan obat, karena itu sekarang kita harus beradaptasi dengan situasi yang seperti ini. Mari kita kembali lagi kepada norma-norma baru yang harus kita jalani," ujar Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (13/5).

Ia menjelaskan, cara hidup gaya baru ini yakni menerapkan pola hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan, mengrnakan masker menghindari kerumunan, menjaga imunitas diri dengan istirahat dan beraktivitas yang seimbang.

Masyarakat, kata Yurianto, harus menyadari virus Covid-19 ini harus tetap dikendalikan.  Apalagi, pandemi ini tidak hanya terjadi di Tanah Air, tetapi juga secara global. "Ini bukan hanya masalah negara kita, ini masalah dunia, ini masalah global, artinya kalau kita tidak beradaptasi dengan cara hidup yang baru, maka kita tidak akan bertahan menghadapi Covid-19," katanya.

Menurutnya, dengan gaya hidup baru ini juga, tidak hanya bisa mengendalikan virus Covid-19 tetapi juga penyakit menular lainnya . "Mudah-mudahan ini juga akan bisa mengubah perilaku kita keseluruhan, sehingga bukan hanya Covid 19 yang bisa kita kendalikan tetapi penyakit yang lain yang penularannya juga mirip dengan Covid," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA