Tuesday, 16 Zulqaidah 1441 / 07 July 2020

Tuesday, 16 Zulqaidah 1441 / 07 July 2020

Korea Selatan Pertahankan Pelonggaran Lockdown

Rabu 13 May 2020 14:37 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Seorang staff kesehatan yang mengenakan alat pelindung menyemprot disinfektan untuk membantu mengurangi penyebaran virus corona baru sebelum sekolah dibuka kembali di sekolah menengah di Seoul, Korea Selatan, Senin (11/5). Korea Selatan secara bertahap akan membuka kembali pada Rabu (13/5)

Seorang staff kesehatan yang mengenakan alat pelindung menyemprot disinfektan untuk membantu mengurangi penyebaran virus corona baru sebelum sekolah dibuka kembali di sekolah menengah di Seoul, Korea Selatan, Senin (11/5). Korea Selatan secara bertahap akan membuka kembali pada Rabu (13/5)

Foto: AP / Lee Jin-man
Korea Selatan melonggarkan lockdown sejak pekan lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Korea Selatan (Korsel) mengatakan mereka tidak berencana untuk memperketat kembali kebijakan pembatasan sosial. Hal itu dilakukan walaupun merebaknya virus corona di klub malam di Seoul membuat jumlah kasus infeksi meningkat.

Baca Juga

Pada Rabu (13/5), Wakil Menteri Kesehatan Korsel Kim Gang-lip mengatakan pemerintah butuh waktu untuk menganalisis wabah yang merebak baru-baru ini sebelum akhirnya mereka memutuskan apakah akan mempertahankan relaksasi pembatasan sosial atau tidak.

Sejak pekan lalu, Korsel sudah mulai melonggarkan karantina wilayah dan pembatasan sosial. Tapi beberapa hari terakhir jumlah kasus infeksi bertambah 30 per hari.

Pada Rabu ini, Korsel mencatat 26 kasus infeksi virus yang kini dikenal Covid-19. Sebanyak 20 diantaranya terkait dengan klub-klub malam di distrik hiburan Itaewon, Seoul.

Pejabat kesehatan Korsel mengatakan jika angka kasus baru masih di bawah 50 per hari dan jumlah kasus yang tak terlacak tidak lebih dari 5 persen. Mereka tetap mempertahankan relaksasi peraturan pembatasan sosial.  

Korsel negara pertama yang menjadi pusat wabah virus corona di luar China. Negeri Ginseng mulai melonggarkan karantina wilayah dan peraturan pembatasan sosial setelah jumlah kasus baru menurun drastis dan terkadang tidak ada sama sekali.

Peningkatan jumlah kasus baru yang cukup kecil tapi terus berkembang ini terjadi setelah ada seorang laki-laki mengunjungi salah satu klub malam di Seoul sebelum melakukan tes Covid-19.

Pada akhir pekan lalu pemerintah kota Seoul mengatakan mereka telah mencatat 1.500 orang yang mengunjungi klub tersebut. Pihak berwenang juga telah meminta semua orang yang pernah berada di sana untuk mengkarantina diri selama 14 hari dan melakukan pemeriksaan Covid-19. 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA