Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

IPB Gelar Webinar Rahasia Sukses Startup di Masa Pandemi

Rabu 13 May 2020 00:53 WIB

Red: Irwan Kelana

Kampus IPB University, Bogor.

Kampus IPB University, Bogor.

Foto: ANTARA
Kegiatan ini merupakan seri yang kedua dari lima seri yang diprogramkan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Setelah sukses menggelar Webinar Seri 1 awal Mei lalu dengan tema Strategi Startup Bertahan dalam Mengelola Bisnis di Masa Pandemi, TechnosNet - Science Techno Park (STP) IPB University  menggelar Webinar Seri 2 dengan tema Rahasia Sukses Startup di Masa Pandemi Covid-19, Rabu  (6/5).

Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat para tenant dan UMKM dalam menjalankan usaha selama COVID-19, meningkatkan fungsi layanan STP IPB University, memperkenalkan dan mempromosikan STP serta menjajaki peluang kolaborasi dengan mitra.

Narasumber yang hadir adalah empat CEO tenant Inkubator Bisnis STP IPB University yang memproduksi dan menjual produk untuk membantu penanggulangan Covid-19. Mereka adalah M Hafid Rosidin, CEO PT Berkah Inovasi Kreatif Indonesia (BIKI);  Larasati Widyaputri, CEO PT Ecodoe Widya Candra International; Donnie Aqsha, CEO PT Agrowing Agrikultura Indonesia;  dan Al Hadiidtya Armi, CEO 3D Printing Infinity.

Wakil Rektor Bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan IPB University, Prof Dr Erika B Laconi mengatakan,  kegiatan ini merupakan awal yang baik dalam membangkitkan kembali semangat para tenant dan UMKM mengahadapi pandemi Covid-19 ini.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Tim TechnosNet STP IPB University dan para tenant yang menjadi narasumber pada acara ini yang telah mengembangkan produk untuk membantu penanggulangan Covid-19. Para tenant ini terus melakukan inovasi dalam menjalankan bisnisnya dengan tetap mengikuti protokol untuk menghindari penularan Covid-19,” kata Prof Erika dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Sementara itu Direktur STP, Dr Rokhani Hasbullah, dalam keynote speech-nya menyampaikan informasi layanan-layanan yang diberikan oleh STP kepada startup, UKM, industri dan masyarakat. STP membuka kesempatan kepada mitra UKM/Industri untuk dapat berkolaborasi dengan STP, melakukan kegiatan riset dan pengembangan bisnis (Research & Business Development) dengan memanfaatkan fasilitas pilot plant dan laboratorium uji pra-klinis serta bekerja sama dengan para pakar di IPB University sesuai bidang keahliannya.

Terkait dengan program inkubasi selama masa “partially closed down” di IPB University, STP IPB memberikan kebijakan khusus kepada para tenant.

“Kami berikan izin untuk tetap berproduksi kepada para tenant yang produknya digunakan untuk membantu penanganan wabah Covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol penyebaran Covid-19 seperti mengurangi jumlah karyawan dan menambah ruangan untuk physical distancing,” jelas Dr Rokhani.

Dalam kesempatan ini masing-masing tenant yang menjadi nara sumber menyampaikan tips dan trik yang berbeda dalam melakukan inovasi dan strategi bisnis di masa pandemi ini. BIKI yang memproduksi hand sanitizer non-alkohol berbahan baku chitosan menerapkan strategi mengubah business model dalam hal peluang,  sumberdaya, tim manajemen dan efisiensi biaya.

Lain halnya yang dilakukan oleh Ecodoe, yaitu membuat strategi Survival Mode dengan beberapa alternatif skenario dalam memproduksi masker kain dan baju alat pelindung diri (APD) . Sementara itu, Agrowing dengan produk hortikultura segar dan olahan menerapkan tiga langkah strategi yaitu, pertama menyiapkan produk kompetitif yang berdaya saing. Kedua, fokus pada penjualan produk best seller, dan ketiga dengan melakukan kerja sama dengan reseller berpengalaman.

Sementara, Infinity memproduksi face shield (pelindung wajah) menggunakan 3D printing dan UV-C. Strategi diawali dengan campaign dan donasi terlebih dahulu kemudian pelanggan mulai mereferensikan produk mereka kepada konsumen baik individu dan organisasi serta rumah sakit.

“Banyaknya pertanyaan yang disampaikan menunjukkan antusiasme para peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab.  Kesamaan visi dan strategi bisnis dari keempat nara sumber ini adalah memiliki jiwa sosial dengan menerapkan ‘berbagi’  melalui kegiatan-kegiatan sosial kepada masyarakat sekitar. Semoga acara ini akan memberikan manfaat kepada para peserta dan meningkatkan peran STP IPB kepada tenant, UMKM, industri dan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan seri yang kedua dari lima seri yang diprogramkan. Pada seri pertama, pendaftar sebanyak 557 orang dari kalangan karyawan, mahasiswa, PNS dan startup/UMKM. Tercatat peserta yang aktif online mencapai 234 orang dan yang menyimak melalui Youtube mencapai 147 orang. Pada seri kedua peserta yang mendaftar sebanyak 724 orang, namun yang aktif secara online sebanyak 162 orang dan yang lain menyaksikan melalui tayangan youtube. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA