Selasa 12 May 2020 22:56 WIB

RS Menur Rawat Satu ODGJ Berstatus PDP Covid-19

ODGJ tersebut merupakan pasien rujukan dari RSJ Lawang Malang.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Teguh Firmansyah
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona. (Ilustrasi)
Foto: Antara/Umarul Faruq
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  SURABAYA -- Direktur RSJ Menur Surabaya, dr. Moch. Hafidin Ilham mengungkapkan, rumah sakit setempat tengah merawat satu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. ODGJ tersebut merupakan pasien rujukan dari RSJ Lawang Malang.

"Ada satu pasien orang dengan gangguan jiwa yang sedang kita rawat, (status) PDP. Pasien tersebut rujukan dari RSJ Lawang," kata Ilham di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (12/5).

Baca Juga

Ilham mengaku, pihaknya telah melakukan tes PCR terhadao ODGJ dari RSJ Lawang tersebut. Hasil tesnya pun telah ke luar dan ODGJ tersebut dinyatakan negatif Covid-19. Namun, kata dia, untuk lebih meyakinkan hasilnya, pihaknya berencana melakukan tes PCR pada pasien ODGJ tersebut.

"Sore tadi hasilnya PCR ke luar, dan dinyatakan negatif. Akan kami ulang besok (tes PCR). Saat ini yang bersangkutan sudah kami rawat di ruang isolasi," ujar Ilham.

Ditanyak apakah ada orang normal yang kemudian mengalami gangguan jiwa akibat terkena Covid-19, Ilham mengaku belum menemukannya. Hanya saja, kata dia, ada beberapa pasien Covid-19 yang mengalami depresi dan insomnia.  "Ada beberapa pasien yang dirawat isolasi di sana, tapi tidak sampai gangguan jiwa. Tapi depresi dan insomnia," ujarnya.

Terkait dengan hal tersebut, ia mengaku telah melakukan pengobatan secara holistik. Ia bahkan sudah mempersiapkan dokter paru, penyakit dalam, psikiater, hingga psikolog. "Kita telah melakukan pengobatan secara holistik. Ada dokter paru, penyakit dalam, psikiater dan psikolog, untuk yang gangguan tidur dan depresi, ada 3 orang tapi sebagian sudah pulang," kata Ilham.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement