Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Offline ke Online, Strategi BTPN Syariah Bantu Usaha Mikro

Senin 11 May 2020 16:36 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 Aktivitas di stand BTPN Syariah, Jakarta, Jumat (20/10). Community Officer BTPN Syariah mendorong nasabah usaha mikro beralih ke online

Aktivitas di stand BTPN Syariah, Jakarta, Jumat (20/10). Community Officer BTPN Syariah mendorong nasabah usaha mikro beralih ke online

Foto: Republika/Yasin Habibi
Community Officer BTPN Syariah mendorong usaha mikro beralih ke online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi Covid 19 berdampak besar pada perekonomian, sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Perbankan pun melakukan berbagai upaya untuk menjaga agar bisnis nasabahnya tetap berjalan, salah satunya dengan memberikan saran bisnis, dari offline ke online.

Dian Suhartina dari Wilayah Cikembang Tengah, Pacet, Bandung, awal mulanya usaha gorengan pada tahun 2015. Seiring dengan jalannya waktu, usaha Ibu Dian meluas menjadi usaha warung kelontongan, warung ayam penyet dan juga menjual bensin eceran.

Ia mengaku tidak mengalami perubahan usaha, tetapi mengalami perubahan ritme usaha. Dulu sebelum adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), warung kelontong dan dan ayam penyetnya selalu ramai didatangi pengunjung. Semenjak PSBB, Ibu Dian memberikan layanan pesan antar kepada pelanggannya.

Hal inilah yang membuat usaha Ibu Dian bisa bertahan karena banyaknya permintaan dari pelanggannya yang memang enggan keluar rumah di masa ini.  Menurut Ibu Dian, di saat seperti ini, pelaku usaha justru harus memahami keinginan pelanggan dan berusaha untuk memenuhinya.

"Harus menjaga kebersihan produk yang dihasilkan, sehingga pelanggan merasa aman untuk membelinya," kata Dian.

Dian juga menjadi nasabah pembiayaan BTPN Syariah sejak tahun 2015 dengan awal mula pembiayaan Rp 2 juta. Saat ini pembiayaan beliau sudah mencapai Rp 20 juta. Saat situasi normal, omset Ibu Dian sebesar Rp 1,2 juta perhari, tetapi semenjak masa pandemi ini, justru omset Ibu Dian meningkat menjadi Rp 1,5 juta per hari. 

Menurut Direktur BTPN Syariah Arief Ismail, Dian merupakan salah satu contoh nasabah yang meyakini bahwa harapan itu masih ada di saat situasi ini. Petugas lapangan bank pun juga berperan penting dalam memberikan saran bisnis kepada nasabah.

"Petugas lapangan kami yang kami sebut “Community Officer” melakukan pendekatan yang tidak hanya sekedar melayani transaksi keuangan saja, tetapi juga menggali kebutuhan mereka, seperti memberikan motivasi dan saran dalam melihat potensi usaha nasabah kita," jelas Arief Ismail, Senin (11/5).

Arief menjelaskan, semua informasi mengenai kebijakan-kebijakan Bank di masa pandemi saat ini diperoleh dari petugas lapangan BTPN Syariah yang disebut Community Officer (CO). Mereka tidak hanya membantu nasabah dalam melayani transaksi keuangan tetapi juga memberikan edukasi dan pendampingan selama masa pandemi ini.

"Community Officer kami berupaya menjadi kawan yang tepat bagi para nasabahnya. Inisiatif Ibu Dian dalam memberikan layanan pesan antar juga merupakan saran dari CO kami, yang melihat potensi usaha Ibu Dian di masa pandemi ini," tuturnya.

BTPN Syariah merupakan bank yang memiliki bisnis pembiayaan yang secara khusus disalurkan kepada kaum perempuan. Nasabahnya sebagian besar merupakan perempuan dari keluarga prasejahtera produktif.

Hingga kuartal I 2020, total aset BTPN Syariah tumbuh 27,6 persen menjadi Rp 16 triliun, dan Laba bersih setelah pajak mencapai Rp402 miliar, tumbuh 39,5 persen dari Rp288 miliar year on year (yoy).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA