Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Mengapa Makam Para Nabi Berukuran Panjang?

Senin 11 May 2020 06:29 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah

Makam para nabi mempunyai ukuran panjang berbeda dengan makam sekarang. Ilustrasi Makam Nabi Yusuf di Nablus

Makam para nabi mempunyai ukuran panjang berbeda dengan makam sekarang. Ilustrasi Makam Nabi Yusuf di Nablus

Makam para nabi mempunyai ukuran panjang, berbeda dengan makam sekarang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ada sejumlah makam di berbagai wilayah di dunia yang diyakini merupakan makam para nabi. Dari foto-foto yang beredar, ukuran makam para nabi itu tampak lebih panjang dibanding ukuran makam normal saat ini.  

Kendati demikian, tidak diketahui secara pasti kebenaran akan makam-makam tersebut. Hanya makam Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim AS yang diketahui pasti letaknya. 

Baca Juga

Nabi Muhammad SAW dimakamkan di rumahnya di Madinah, yang kini berada di dalam lingkup Masjid Nabawi. Sementara itu, Nabi Ibrahim dimakamkan di Goa Alkalil Palestina.

Ada salah satu makam yang diyakini merupakan makam Nabi Adam AS. Bentuk makam yang diyakini makam Nabi Adam itu berukuran sangat panjang. Hal ini tampaknya sesuai dengan apa yang disampaikan Nabi Muhammad SAW tentang postur Nabi Adam, manusia pertama yang diciptakan Allah dan turun ke muka bumi.

Seperti dinukilkan dari buku berjudul Kala Kanjeng Nabi Bercerita oleh Rizem Aizid, disebutkan bahwa Nabi Adam memiliki ukuran tinggi badan berkali lipat dari manusia di masa kini. Hal demikian sebagaimana dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Abu Hurairah RA menuturkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Allah menciptakan Adam dalam bentuknya setinggi 60 hasta. Setelah menciptakannya, Allah berfirman, 'Pergilah dan ucapkanlah salam kepada sekelompok itu, yaitu beberapa malaikat yang sedang duduk, dan dengarkanlah apakah jawaban mereka karena itulah ucapan selamat untukmu dan keturunanmu.' Maka, Adam pergi menghampiri lalu mengucapkan, 'Semoga keselamatan menyertai kalian.' Mereka menjawab, 'Semoga keselamatan dan rahmat Allah menyertai kalian.' Mereka menambahkan 'rahmat Allah,' maka setiap orang yang memasuki surga itu seperti bentuk Adam yang tingginya 60 hasta. Seluruh makhluk setelah Adam terus berkurang tingginya sampai sekarang." (HR Muslim).

Hadits yang sama yang diriwayatkan Bukhari juga mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Allah menciptakan Adam dengan tinggi 60 hasta."

Hasta merupakan ukuran yang biasa digunakan oleh orang Arab. Satu hasta sama dengan 45,72 cm. Dengan demikian, 60 hasta sama dengan 27,432 meter atau 90 kaki.

Lalu, di mana Nabi Adam dimakamkan? Menurut Ibnu Asakir dari berbagai sumber disebutkan bahwa Nabi Adam dimakamkan di al-Quds. Sementara itu, pendapat lainnya menyebut Nabi Adam dimakamkan di India.

Dalam Al Bidayah wa An Nihayah 1/119 yang dikutip Jihad Muhammad Hajjaj dalam Umur dan Silsilah Para Nabi dikatakan bahwa ketika terjadi banjir bah pada zaman Nabi Nuh AS, jenazah Adam dan Hawa dibawa serta oleh Nabi Nuh AS di dalam sebuah kotak dan kemudian dikuburkan di Baitul Maqdis.

Sementara itu, menurut kitab Qashash Al Anbiya yang dikutip oleh Bambang Pranggono dalam buku Percikan Sains dalam Al Qur'an dijelaskan bahwa Nabi Adam dimakamkan di antara Hebron dan Yerusalem. Wallahualam.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA