Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Argentina Perpanjang Karantina di Buenos Aires Sampai 24 Mei

Sabtu 09 May 2020 18:49 WIB

Red: Nidia Zuraya

Seorang petugas kesehatan mengevakuasi seorang wanita tua dari panti jompo selama evakuasi orang lanjut usia dari panti jompo setelah beberapa penghuni dinyatakan positif terkena virus Corona di Buenos Aires, Argentina, Rabu (22/4).  Pemerintah Argentina memperpanjang karantina di Buenos Aires sampai 24 Mei.

Seorang petugas kesehatan mengevakuasi seorang wanita tua dari panti jompo selama evakuasi orang lanjut usia dari panti jompo setelah beberapa penghuni dinyatakan positif terkena virus Corona di Buenos Aires, Argentina, Rabu (22/4). Pemerintah Argentina memperpanjang karantina di Buenos Aires sampai 24 Mei.

Foto: AP/ Natacha Pisarenko
Pasien positif Covid-19 di Argentina mencapai 5.611 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BUENOS AIRES -- Argentina memperpanjang karantina wilayah di ibu kota negara, Buenos Aires, sampai 24 Mei demi menekan penyebaran virus. Namun, Presiden Alberto Fernandez pada Jumat (8/5) waktu setempat mengumumkan pemerintah akan memberi kelonggaran aturan karantina di wilayah lain.

"Kebijakan karantina wilayah, yang akan berakhir pada Ahad (10/5), akan tetap berlaku di ibu kota dan wilayah sekitarnya," kata Fernandez sebagaimana disiarkan televisi nasional.

Fernandez mengatakan, ia sangat bangga kepada seluruh warga Argentina yang mematuhi aturan karantina ketat. Presiden menerangkan sikap itu telah membantu pemerintah menekan tingkat penyebaran Covid-19 dan korban jiwa.

Warga Argentina berada dalam rumah sejak aturan karantina diberlakukan pada 20 Maret. Akan tetapi sejak bulan lalu, mereka telah diizinkan ke luar rumah untuk jalan santai saat siang hari.

Wali Kota Buenos Aires Horacio Rodrguez Larreta, saat sesi jumpa pers yang sama, mengatakan anak-anak diperbolehkan ke luar rumah untuk berolahraga didampingi orang tua saat akhir pekan.

Argentina telah memberlakukan karantina nasional selama tujuh minggu dan pemerintah memperpanjang aturan itu sebanyak tiga kali. Otoritas setempat mencatat pasien positif Covid-19 per Jumat (8/5) mencapai 5.611 orang dan 293 di antaranya meninggal dunia.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA