Bulan Puasa, Perlukah Anak Berjemur?

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

 Sabtu 09 May 2020 04:55 WIB

Waspadai tanda dehidrasi ketika anak berjemur saat puasa di tengah pandemi Covid-19. Foto: Antara/Prasetia Fauzani Waspadai tanda dehidrasi ketika anak berjemur saat puasa di tengah pandemi Covid-19.

Saat berjemur, penguapan juga meningkat, waspadai anak mengalami dehidrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski bukan merupakan langkah pencegahan Covid-19, berjemur bermanfaat untuk mendapatkan vitamin D dan meningkatkan imunitas. Masih perlukah anak berjemur saat puasa di tengah pandemi Covid-19?

Dokter spesialis anak, dr Caessar Pronocitro SpA mengatakan, anak boleh beraktivitas fisik maupun berjemur saat puasa. Akan tetapi, orang tua harus mempertimbangkan risikonya, yaitu anak lebih mudah dehidrasi.

Caessar mengingatkan agar orang tua tetap memantau tanda-tanda dehidrasi. Apabika anak sudah tampak lemas, kemudian matanya kelihatan cekung, bibir mulai kering, frekuensi buang air kecil berkurang, waspadai anak sudah mengalami dehidrasi.

Nah di sinilah orang tua harus hati-hati, terutama pada saat berjemur, penguapan juga meningkat, sehingga cairan juga lebih banyak hilang dari dalam tubuh," jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada, Prof Madarina Julia, mengatakan, tubuh manusia memang memerlukan sinar matahari. Keperluan itu tidak lain untuk membantu meningkatkan produksi vitamin di dalam tubuh.

Baca Juga

Sinar matahari ini menjadi sumber utama vitamin D alami. Di lain sisi, sumber vitamin D hanya sedikit yang berasal dari makanan.

"Vitamin D ini punyak efek imunomodulator yang bisa memperbaiki sistem imun tubuh," kata Madarina.

Sistem imun, menurut Madarina, menjadi pertahanan tubuh dalam melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Tubuh yang kekurangan vitamin D dapat menghambat pertumbuhan imun dan rentan terinfeksi virus maupun bakteri.

Madarina menjelaskan, ada waktu yang tepat untuk berjemur agar mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Menurutnya, waktu paling efektif yaitu saat bayangan tubuh lebih pendek dari tinggi badan. Bagaimana dengan durasinya?

"Lama berjemur yang dianjurkan sekitar 10-15 menit," kata Mardiana.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk waktu berjemur sesuai dengan indeks ultraviolet (UV). Dikutip dari Instagram BMKG, perkiraan waktu berjemur yang baik sekitar pukul 08.00 WIB dengan indeks UV 0-2 atau risiko bahaya rendah.

Sementara itu, BMKG menginformasikan bahwa pada pukul 09.00 WIB-10.00 WIB, indeks UV 3-5 atau risiko bahaya sedang. Kemudian, pukul 11.00 WIB-13.00 WIB memiliki indeks UV 6-7 atau risiko bahaya tinggi.

Lebih siang lagi, pada pukul 14.00 WIB, indeks UV 3-5 mendatangkan risiko bahaya sedang. Waktu berjemur yang baik kembali datang pada pukul 15.00 WIB dengan indeks UV 1-3 atau risiko bahaya rendah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X