Jumat 08 May 2020 23:12 WIB

Bangkitkan Ekonomi Pascawabah, Dubes EU: Jaga Rantai Pasokan

Dube Uni Erioa menyebut prioritas saat ini adalah mempertahankan rantai pasokan.

 Petugas pengantar makanan melewati spanduk bertuliskan Stronger Together, kita semua akan melewatnya di Milan, Italia, Ahad (5/4). Italia dan beberapa negara Eropa mulai mencatat penurunan kasus Covid-19.
Foto: Claudio Furlan/LaPresse via AP
Petugas pengantar makanan melewati spanduk bertuliskan Stronger Together, kita semua akan melewatnya di Milan, Italia, Ahad (5/4). Italia dan beberapa negara Eropa mulai mencatat penurunan kasus Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaminan mengenai kelancaran rantai pasokan di kawasan mesti menjadi langkah prioritas terkini untuk membangkitkan perekonomian pascapandemi Covid-19.  Hal itu dituturkan Duta Besar Uni Eropa (EU) untuk ASEAN Igor Driesmans.

"Saya kira prioritas saat ini adalah mempertahankan rantai pasokan berjalan lancar... Di dalam wilayah EU sendiri, kami menerapkan 'jalur hijau' (green lane), kelancaran mobilisasi hal esensial melalui batas negara," kata Driesmans, dalam telekonferensi dengan wartawan, Jumat (8/5).

Menurut dia, negara-negara kawasan ASEAN juga menghadapi tantangan serupa. Yakni, bagaimana menjamin barang-barang dapat dikirim dengan lancar dari satu negara ke negara lainnya demi ketersediaan produk di pasaran. Dan itu telah menjadi pembahasan EU dan ASEAN.

Sementara untuk langkah jangka panjang, Driesmans mengatakan perlunya kelanjutan pembahasan atas kesepakatan perdagangan bebas (FTA) antara blok kawasan EU dan ASEAN.

"FTA dengan Singapura saat ini sedang dijalankan, kemudian FTA dengan Vietnam sudah ditandatangani dan diratifikasi, FTA dengan Indonesia tengah dalam pembahasan, kami harap dengan negara-negara ASEAN lainnya juga," ujar Driesmans.

Selain itu, Driesmans menambahkan mengenai kesepakatan kerja sama dalam sektor penerbangan, yang saat ini terdampak pandemi Covid-19 secara signifikan, misalnya dengan penutupan sebagian besar rute terbang di seluruh dunia.

"Comprehensive Air Transport Agreement (CATA) yang sudah dinegosiasikan beberapa tahun belakangan, kami harap dapat segera ditandatangani dan diterapkan karena dapat meningkatkan akses transportasi udara di kawasan EU dan ASEAN," demikian Driesmans.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement