Tuesday, 16 Zulqaidah 1441 / 07 July 2020

Tuesday, 16 Zulqaidah 1441 / 07 July 2020

Peneliti Temukan Gen Reproduksi tanpa Berhubungan Seksual

Sabtu 09 May 2020 01:12 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Dwi Murdaningsih

Lebah madu (Ilustrasi)

Lebah madu (Ilustrasi)

Foto: REPUBLIKA
Spesies lebah madu di Afrika Selatan bisa bereproduksi tanpa berhubungan seksual.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Para peneliti saat ini telah mengidentifikasi gen yang menyebabkan perawan lebah dapat bereproduksi tanpa berhubungan seks. Penemuan dipublikasikan dalam jurnal Current Biology itu, mengakhiri pencarian para ilmuwan selama 30 tahun lamanya untuk gen kelahiran perawan.

Baca Juga

Para ilmuwan menemukan gen yang bernama GB45239. Mereka menemukannya pada kromosom kesebelas lebah. Diketahui, subspesies lebah madu Cape, merupakan lebah yang ditemukan di sepanjang pantai selatan Afrika Selatan, yang dapat melakukan hal itu.

Lebah Cape yang memiliki nama latin Apis mellifera capensis itu adalah subspesies dari lebah madu barat. Kemampuan untuk melahirkan anak perempuan aseksual , dikenal sebagai partenogenesis thelytokous. Kemampuan itu merupakan salah satu sifat yang membedakan mereka dari kerabat Afrika mereka.

Analisis gen novel ini dapat membantu para ilmuwan mendapatkan wawasan baru tentang evolusi berbagai strategi reproduksi dari spesies lebah. "Seks adalah cara aneh untuk bereproduksi, namun itu adalah bentuk paling umum dari reproduksi hewan dan tumbuhan di planet ini," kata rekan penulis studi yang merupakan profesor genetika perilaku di University of Sydney di Australia,  Benjamin Oldroyd, dalam sebuah berita.

Lebah pekerja lebah betina memiliki ovarium yang lebih besar dan lebih mudah diaktifkan yang mampu menghasilkan feromon ratu. Atribut ini memungkinkan mereka untuk memiliki beberapa keuntungan.

Jika para ilmuwan dapat menemukan cara untuk memanipulasi GB45239, untuk menghidupkan dan mematikan gen partenogenesis thelytokous, metode ini dapat digunakan untuk memerangi berbagai spesies hama yang bereproduksi secara aseksual.

"Jika kita dapat mengendalikan saklar yang memungkinkan hewan untuk bereproduksi secara aseksual, itu akan memiliki aplikasi penting dalam pertanian, bioteknologi, dan banyak bidang lainnya," kata Oldroyd.

Para ilmuwan meneliti mengenai kebiasaan para lebah madu Cape yang hidupnya berkoloni. Menurut Oldroyd, kehadiran GB45239 ini memungkinkan pekerja lebah madu Cape untuk bertelur yang hanya menghasilkan betina.

Dalam masyarakat lebah yang mampu melakukan reproduksi aseksual, lebah jantan sebagian besar tidak berguna. Tetapi bahkan tanpa perkawinan, koloni lebah madu Cape sering penuh perselisihan.

"Lebah madu pekerja di Cape dapat bereinkarnasi secara genetik sebagai ratu perempuan dan prospek itu mengubah segalanya," kata Oldroyd.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA