Kamis 07 May 2020 20:14 WIB

Kiat Menjaga Data Pribadi di E-commerce Agar Tidak Dibobol

Kiat Menjaga Data Pribadi di E-commerce Agar Tidak Dibobol

Rep: Andi Hana (swa.co.id)/ Red: Andi Hana (swa.co.id)
Kiat Menjaga Data Pribadi di E-commerce Agar Tidak Dibobol
Kiat Menjaga Data Pribadi di E-commerce Agar Tidak Dibobol

Pengamat Keamanan IT, Alfons Tanujaya menilai sistem keamanan yang diterapkan oleh e-commerce sudah benar. “Bukalapak dan e-commerce lain sudah mengenkripsi datanya sehingga kalaupun ada yang bisa mendapat password, itu dalam bentuk teracak,” jelasnya dalam diskusi virtual, Rabu (6/5/20).

E-commerce pun sudah menerapkan Two-Factor Authentication (TFA), sehingga account masih aman. Yang menjadi masalah menurut Alfons adalah data bocor yang bisa dieksploitasi. Data yang bocor contohnya email, nomor handphone, atau tanggal lahir.

Alfons mengatakan telemarketer akan senang karena mendapat data nomor handphone. Scammer juga patut diwaspadai karena bisa mengelabuhi korban dengan SMS penipuan.

“Akan lebih baik kalau kita tidak menggunakan satu email dan password yang sama untuk berbagai akun. Diusahakan berbeda-beda. Untuk menyimpan password berbeda-beda agar tidak lupa, bisa gunakan aplikasi password manager,” kata Alfons.

CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin mengatakan konsumen tidak perlu khawatir berbelanja online. Ia pun membagikan tips agar tetap aman berbelanja di e-commerce.

“Di platform e-commerce sudah ada beberapa mekanisme yang kita buat secara aman. Transaksi dipastikan semua dilakukan di dalam platform. Jadi, jangan lakukan transaksi di luar platform dan memberikan data-data pribadi. Karena sistem kita rata-rata sudah aman dan lengkap,” kata Rachmat.

Begitupun dengan kode unik pembayaran saat transaksi pun harus diperhatikan. Pada saat melakukan transaksi, Rachmat menegaskan untuk selalu ikuti prosedur baku di dalam palatform dan jangan pernah membagi data-data sensitif ke orang lain.

Untuk akun yang telah diretas, Rachmat menyebut akun bisa dikembalikan kepada pemilik asal memenuhi langkah-langkah dan verifikasi sistem penyedia layanan. Bukalapak pun bisa mengembalikan akun pengguna kalau memenuhi persyaratan.

Keamanan di platform e-commerce, sebut Rachmat, selalu dikomunikasikan kepada para  pengguna dalam rangka menumbuhkan kepercayaan. Namun, e-commerce pun berharap pengguna lebih cerdas dalam mengatur data-data pribadinya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement