Rabu 06 May 2020 18:50 WIB

Sedih! Bos Airbnb dengan Berat Hati Umumkan PHK 1.900 Karyawannya!

Sedih! Bos Airbnb dengan Berat Hati Umumkan PHK 1.900 Karyawannya!

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Sedih! Bos Airbnb dengan Berat Hati Umumkan PHK 1.900 Karyawannya!. (FOTO: Reuters/Yuya Shino)
Sedih! Bos Airbnb dengan Berat Hati Umumkan PHK 1.900 Karyawannya!. (FOTO: Reuters/Yuya Shino)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

CEO dan pendiri Airbnb, Brian Chesky baru-baru ini mengatakan dalam sebuah surat kepada karyawannya bahwa mereka memberhentikan sekitar 25% dari tenaga kerjanya akibat pandemi corona menjungkirbalikkan industri perjalanan dan mengancam bisnis inti perusahaan.

Dilansir dari CNN Business di Jakarta, Rabu (6/5/2020) startup sewa jangka pendek mengatakan hampir 1.900 karyawan akan dibebaskan di seluruh dunia, dari 7.500.

"Kita secara kolektif hidup melalui krisis paling mengerikan dalam hidup kita, dan ketika mulai terungkap, perjalanan global terhenti," ujar Brian Chesky.

Baca Juga: Terdampak Corona, Airbnb Rela Keluarkan Rp4 Triliun untuk Ganti Rugi Pembatalan Menginap

Dia menambahkan bahwa bisnis Airbnb telah terpukul keras dan pendapatan tahun ini diperkirakan kurang dari setengah dari apa yang diperoleh perusahaan pada tahun 2019. Perusahaan baru-baru ini mencoba-coba dengan versi virtual dari Airbnb Experience yang dihadirkan oleh lebih dari 30 host. 

Tak hanya itu, Airbnb juga dilaporkan menunda rencana debut Wall Street tahun ini. Di AS, Airbnb mengatakan akan menanggung 12 bulan asuransi kesehatan untuk karyawannya melalui COBRA. Di semua negara lain, itu akan menanggung biaya asuransi kesehatan hingga akhir tahun ini.

PHK telah melanda seluruh ekonomi sebagai akibat dari pandemi, dan perusahaan teknologi belum terhindar dari pemotongan gaji dan cuti tanpa bayar.

"Aku punya perasaan cinta yang mendalam untuk kalian semua," tulis Chesky dalam surat itu.

"Aku benar-benar minta maaf. Ketahuilah, ini bukan salahmu. Dunia tidak akan pernah berhenti mencari kualitas dan bakat yang kamu bawa ke Airbnb."

Airbnb juga telah bergulat dengan memenuhi tuntutan pelanggan yang frustrasi dengan pengembalian uang, dan mendukung tuan rumah yang banyak dari mereka berjuang untuk melakukan pembayaran hipotek dan membayar tagihan karena pembatalan akibat virus corona.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement