Tuesday, 16 Zulqaidah 1441 / 07 July 2020

Tuesday, 16 Zulqaidah 1441 / 07 July 2020

Oposisi Geram Otoritas Lucknow Sebut Masjid Penyebaran Covid

Senin 04 May 2020 11:14 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil

Oposisi Geram Otoritas Lucknow Sebut Masjid Penyebaran Covid. Foto: Oposisi Geram Otoritas Lucknow Sebut Masjid Penyebaran Covid. Foto: Masjid dan istana Bara Imambara, Lucknow, India

Oposisi Geram Otoritas Lucknow Sebut Masjid Penyebaran Covid. Foto: Oposisi Geram Otoritas Lucknow Sebut Masjid Penyebaran Covid. Foto: Masjid dan istana Bara Imambara, Lucknow, India

Foto: skycrapercity
Partai oposisi menuding pemerintah Lucknow menargetkan kaum Muslim dan masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, LUCKNOW -- Partai-partai oposisi menuding pemerintah Lucknow, India menargetkan kaum Muslim dengan memberi nama beberapa hotspot virus corona, setelah masjid-masjid lokal. Sebuah tuduhan yang ditolak oleh para pejabat pemerintah.

Dalam daftar awal hotspot di ibukota Uttar Pradesh, delapan masjid disebutkan oleh pemerintah. Misalnya, daftar dalam bahasa Hindi mengatakan, "Di kantor polisi Kaisarbagh, area di sekitar Masjid Phoolbagh".

"Pemerintah telah menyebut hotspot dengan nama masjid di Lucknow. Ini tidak menguntungkan," kata presiden state Congress, Ajay Kumar Lallu dilansir dari laman India Today, Senin (4/5).

"Ini adalah pandemi yang tidak menyerang agama tertentu. Itu tidak ada hubungannya dengan agama atau sekte tertentu. Pemerintah harus fokus pada peningkatan fasilitas pengujian. Pemerintah menyembunyikan kegagalannya dengan gerakan seperti itu," kata Kumar.

Legislator Partai Samajwadi Rajpal Kashyap juga mengkritik pemerintah. "Pesan apa yang ingin diberikan oleh pemerintah kepada orang-orang dengan memberi nama hotspot setelah masjid," ia bertanya.

"Virus corona tidak menargetkan komunitas tertentu. Fokusnya harus pada perawatan pasien, membuat orang sadar dan mengambil tindakan seperti sanitasi untuk memeriksa penyebaran," kata dia.

Dia menuduh daftar tersebut dibuat secara diskriminatif, dan sesuai dengan agenda politik pemerintah. Namun, para pejabat menolak tuduhan bahwa komunitas tertentu menjadi sasaran. Mereka mengatakan masjid-masjid itu disebutkan karena kasus-kasus virus corona terdeteksi di sekitarnya.

"Ini hanya untuk menunjukkan dengan tepat daerah di mana lebih banyak kasus ditemukan, tidak ada yang lain. Ini adalah praktik lama dan tidak ada warna politik untuk itu," kata seorang pejabat senior.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA