Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Hardiknas, UGM Gelar Upacara Virtual

Ahad 03 May 2020 22:29 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Gita Amanda

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono (kanan) bersama sejumlah dosen UGM mengikuti Upacara Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2020 bertajuk

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono (kanan) bersama sejumlah dosen UGM mengikuti Upacara Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2020 bertajuk

Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Bangsa Indonesia saat ini menghadapi tragedi kemanusiaan yang sangat serius.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar upacara bendera dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Balairung UGM. Tapi, pesertanya mengikuti upacara secara daring dari rumah masing-masing.

Rektor UGM, Prof Panut Mulyono mengajak segenap civitas senantiasa bersyukur atas kesehatan, kekuatan dan kesempatan yang masih diberikan. Sehingga, bisa menghadiri peringatan Hardiknas 2020 dalam suasana khidmat.

"Dan penuh rasa cinta kepada Tanah Air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, walaupun saat ini kita melaksanakan upacara di tempat masing-masing dan mengikuti secara daring," kata Panut, Sabtu (2/5).

Ia menilai, tema Belajar dari Covid-19 yang diusung dalam Hardiknas 2020 sangat relevan. Sebab, pandemi Covid-19 telah memberikan kejutan yang membuat warga dunia tergagap-gagap dalam menyikapinya.

Serta, kata Panut, menyentakkan kesadaran dalam berbagai bidang kehidupan kalau masyarakat belum sepenuhnya siap melakukan tindakan tanggap darurat. Dari kondisi itu, semestinya banyak yang dapat dipelajari.

"Pelajari untuk meningkatkan kualitas dan derajat kehidupan kita dari pandemi ini," ujar Panut.

Panut mengingatkan, bangsa Indonesia saat ini menghadapi tragedi kemanusiaan yang sangat serius. Termasuk, akan terjadinya peningkatan jumlah angka kemiskinan yang diperkirakan mencapati 3,78 juta orang.

Selain itu, dalam situasi yang semakin berat diperkirakan jutaan orang akan mengalami pemutusan hubungan kerja. Belum lagi, melihat pukulan berat yang sudah dirasakan sektor ekonomi, industri sampai pendidikan.

Bagi Panut, UGM sendiri sampai saat ini masih terus berbenah dalam metode pembelajaran secara daring. Walaupun, sistem ini telah dipersiapkan dan dikembangkan secara masif dan terstruktur sejak 2004.

Tapi, ia merasa, dalam melaksanakan tugas mendidik anak bangsa kita harus terus melakukan penyesuaian dan inovasi dalam proses pembelajaran. Mulai relaksasi kurikulum, mereview peraturan akademik dan mengembangkan MOOCs.

Untuk itu, Panut berpesan agar civitas tetap mematuhi imbauan physical distancing dan menerapkan pola hidup sehat. Serta, terlibat aktif dalam melakukan edukasi kepada masyarakat terkait langkah-langkah tersebut.

Ia menilai, semua komponen bangsa harus menyatukan energi dan sumber daya. Dengan kebersamaan, Panut meyakini masyarakat mampu belajar bersama, lewati situasi sulit ini dan jadi manusia yang lebih baik serta bangsa yang lebih tangguh.

"Mari kita terus bergandengan tangan demi kejayaan Tanah Air, dalam semangat Hardiknas memajukan bangsa dan negara, belajar sepanjang hayat, melakukan inovasi tiada henti, dan meningkatkan kualitas diri untuk membangun negeri," kata Panut. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA