Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Pelonggaran PSBB, Kedisiplinan Masyarakat Harus Ditingkatkan

Ahad 03 May 2020 17:04 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Posko titik pengawasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kota Tangerang Selatan nampak sepi, Ahad (3/5) siang

Posko titik pengawasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kota Tangerang Selatan nampak sepi, Ahad (3/5) siang

Foto: Republika/Abdurrahman Rabbani
Pemerintah juga diharapkan jangan membuat bingung dengan sering mengubah kebijakan.

REPUBLIKA.CO.ID,

 

Baca Juga

JAKARTA -- Pemerintah sedang mengkaji terkait relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna menghindari agar masyarakat tidak stress. Menanggapi itu, Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati menilai seharusnya PSBB perlu ditingkatkan kedisiplinannya melalui pendekatan persuasif.

Langkah itu agar tidak menimbulkan stress di kalangan masyarakat. "Apabila pemerintah ingin agar tidak timbul stress di tengah masyarakat, bisa dilakukan dengan pendekatan secara persuasif dan tingkatan pemberian sanksi," kata Mufida kepada Republika, Ahad (3/5).

Selain itu ia menilai sanksi juga bisa diberikan dengan tahapan yang bersifat edukatif. Jika sudah beberapa kali diingatkan tapi tetap melanggar, maka aparat bisa memberikan sanksi.

"Ajak RT RW dan tokoh masyarakat setempat lakukan edukasi untuk warganya agar tertib PSBB sebelum dapat sanksi," ujarnya.

Terkait kelonggaran PSBB, ia menilai saat ini pelaksanaan PSBB sebenarnya sudah longgar. Ia pun mengkritisi pengawasan yang dilakukan pemerintah selama PSBB yang dinilai masih sangat kurang.

"SDM untuk lakukan pengawasan terbatas," ungkapnya.

Ia berharap pemerintah jangan membuat masyarakat bingung. Menurutnya selama ini sering mengubah kebijakan sehingga membingungkan masyarakat. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA