Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Guru Besar UMM: Guru Harus Bisa Beradaptasi

Sabtu 02 May 2020 19:20 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Budi Raharjo

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Profesor Akhsanul In

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Profesor Akhsanul In

Foto: Humas UMM
Kemunculan teknologi membuat para pendidik harus beradu peran dengan teknologi.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Perubahan zaman membuat para pendidik harus mampu beradaptasi dengan baik. Terlebih dengan adanya perkembangan teknologi dari waktu ke waktu.

"Kemunculan teknologi membuat para pendidik harus beradu peran dengan teknologi yang semakin hari semakin tak terkendali laju kemajuannya," kata Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Profesor Akhsanul In'am.

Menurut In'am, peningkatan kualitas siswa bergantung pada mutu gurunya. Jika guru berkualitas baik, maka pendidikan juga akan sama. Dengan kata lain, cermin pendidikan ada pada kualitas gurunya.

Di kesempatan sama, In'am pun menyitir ucapan Ali bin Abi Thalib. Sahabat nabi tersebut meminta umat Muslim mendidik anak sesuai dengan zamannya. Sebab, zaman anak sangat berbeda dengan masa orang tua.

Ucapan Ali bin Abi Thalib mengartikan orang tua terutama pendidik harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Di sisi lain, In'am tak menampik tidak semua pendidik mampu melakukannya. Namun pendidik memang diharuskan terus belajar dan menyesuaikan diri dengan karakter peserta didik di zaman sekarang.

Guru juga harus menyadari perlunya peningkatan profesionalisme secara terus menerus. Hal ini dapat dilakukan melalui institusi maupun mandiri. Namun ini bukan berarti jika sudah tersertifikasi lantas guru berhenti belajar.  

“Karena belajar itu sedari buian hingga ke liang lahat. Dan ingat, mencari ilmu itu wajib hukumnya,” jelas In'am dalam keterangan pers yang diterima Republika, Sabtu (2/5).

Hal yang tak kalah penting, kata In'am, mengajar harus diniati ibadah. Apalagi saat mengajar berarti harus menghadapi banyak karakter dari peserta didik. Dengan banyaknya karakter, In'am menilai, ini bisa memacu guru untuk belajar meningkatkan kualitas dengan kompetensi yang berbeda-beda.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA