Sabtu 02 May 2020 08:15 WIB

BLT untuk 121 Desa di Gowa Mulai Disalurkan

Transparan dan akuntabel merupakan syarat penyaluran dana desa tahap berikutnya.

Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) (ilustrasi). Bantuan langsung tunai (BLT) untuk 121 desa di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan mulai disalurkan kemarin.
Foto: Antara
Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) (ilustrasi). Bantuan langsung tunai (BLT) untuk 121 desa di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan mulai disalurkan kemarin.

REPUBLIKA.CO.ID, GOWA -- Bantuan langsung tunai (BLT) untuk 121 desa di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan mulai disalurkan sesuai jadwal yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD).

"Jumat (1/5) sudah disalurkan karena ini sudah dijadwalkan dan ini sesuai dengan Peraturan Kepala Desa," ujar Kepala PMD Gowa Muh Asrul di Gowa, kemarin.

Baca Juga

Ia mengatakan, penyaluran BLT ini diambil dari pencarian dana desa tahap pertama 2020. Besaran anggaran yang dialokasikan untuk BLT pada pencairan dana desa tahap pertama ini kurang lebih Rp 7 miliar.

Penerima yang tercatat sebanyak 11.666 kepala keluarga. Namun, masih mungkin ada pengurangan dan penambahan karena ditemukan ada data penerima ganda atau masih ada yang belum dimasukkan. "Perubahan-perubahan yang ada itu bisa saja terjadi," kata Asrul.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Makassar II Adi Setiawan menyatakan, total anggaran dana desa yang disalurkan pada tahap pertama di 121 desa di Kabupaten Gowa sebesar Rp 59,22 miliar dari total sebesar Rp 148 miliar. 

"Penyaluran tahap I telah disalurkan sebesar 40 persen dari pagu tersebut yaitu Rp 59,22 miliar untuk 121 desa," kata Adi.

Penyaluran BLT tersebut sejalan dengan penyaluran dana desa yang telah selesai dilakukan untuk seluruh desa di Kabupaten Gowa melalui KPPN Makassar II sejak pertengahan April 2020. Adi juga menyebutkan penggunaan dana desa untuk BLT sejalan dengan pengaturan penggunaan dana transfer untuk mendukung pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19, di mana maksimal 35 persen dari dana desa yang ditransfer melalui Rekening Kas Umum Negara (RKUN) langsung ke rekening kas desa.

"Akibat adanya pandemi ini, tahap pertama ini digunakan untuk penyaluran BLT kepada warga yang berhak, maksimal 35 persen dari APBDesa. Namun boleh lebih dengan seizin bupati. Tapi tentunya pemerintah juga mengharapkan anggaran yang diterima desa tidak hanya untuk BLT, tapi juga kegiatan lain," kata Adi menjelaskan.

Oleh karena itu, ia berharap pertanggungjawaban penggunaan dana desa untuk BLT bisa transparan dan akuntabel. Karena hal itu merupakan syarat penyaluran dana desa tahap berikutnya.

Salah satu desa yang mulai melakukan penyaluran BLT kepada masyarakat yaitu Desa Borimasunggu Kecamatan Biringbulu.  Kepala Desa Borimasunggu, Sakaria Razak mengatakan, penyaluran BLT akan melibatkan tripides.

"Kita rapatkan dulu bersama tripides dan Insya Allah pendistribusian dana BLT desa kepada 95 kepala keluarga (KK) yang sudah kita tetapkan lewat musyawarah penetapan Peraturan Kepala Desa," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Camat Pallangga, Taufik M Akib terkait distrubusi BLT dana desa di wilayahnya. "Betul , Jumat (1/5) sudah dilakukan penyaluran di 12 desa di Kecamatan Pallangga," ujar Taufik.

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement