Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Rektor UMM: PT Muhammadiyah Bagian dari Interaksi Dunia

Sabtu 02 May 2020 08:24 WIB

Rep: Wilda Fizriyani / Red: Agus Yulianto

Kampus UMM.

Kampus UMM.

Foto: Dokumen
PT Muhammadiyah harus dijalankan ke arah yang bersifat inklusif.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Fauzan menilai, Perguruan Tinggi (PT) Muhammadiyah harus menjadi bagian interaksi dunia. Hal ini diungkapkan Fauzan saat mengisi kajian Syiar Ramadhan Daring 1441 Hijriyah, Jumat (1/5).

Menurut Fauzan, perguruan tinggi harus menjadi pusat peradaban dunia. Sebab, perguruan tinggi merupakan tempat berkumpulnya orang-orang terdidik, berpendidikan tinggi dan para intelektual.

PT diharapkan tidak sekedar memberikan ilmu pengetahuan tapi juga keluhuran budi.  "Mengutip pernyataan Presiden Republik Indonesia ke-3 BJ. Habibie, bahwa iman dan taqwa (Imtaq) harus menjadi ruh sekaligus menjadi sumber inspirasi dalam mengejawantahkan perilaku," kata Fauzan dalam keterangan resmi yang diterima Republika, Jumat (1/5) malam.

Berdasarkan kutipan tersebut, maka seluruh warga perguruan tinggi Muhammadiyah perlu menjalankan kehidupannya. Mereka tidak bisa meninggalkan apa yang disebut Imtaq. Pasalnya, hal itu merupakan misi peradaban perguruan tinggi sesungguhnya.

Fauzan berpendapat, peradaban tidak mungkin bisa dibangun hanya dengan cara parsialitas apalagi ekslusif. Pergerakan dalam mengemban pendidikan tinggi Muhammadiyah harus dijalankan ke arah yang bersifat inklusif. Terlebih, kampus merupakan tempatnya kaum terdidik dan para intelektual. 

Pada dasarnya, kata Fauzan, perguruan tinggi Muhammadiyah harus mengemban misi dakwah dalam keinklusivitasan. Kampus memang harus mampu membangun komunikasi dengan semua lapisan tanpa melihat ras ataupun golongan.

"Karena pada hakikatnya, sesuai semboyan UMM, 'Dari Muhammadiyah untuk Bangsa'," ucapnya.

Fauzan menegaskan,  Muhammadiyah melalui perguruan tinggi merupakan satu amal yang rahmatan lil ‘alamin. Artinya, Muhammadiyah memang tidak bisa berjuang sendiri untuk bisa menciptakan semboyannya.

Namun, dia yakin dan optimis dapat tercapai selagi bisa merangkul semua pihak.  "Insya Allah, Universitas Muhammadiyah Malang akan dirasakan kehadirannya. Dibuktikan melalui karya nyata,” kata Fauzan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA