Jumat 01 May 2020 19:57 WIB

Walikota Bitung Serukan Pekarangan jadi Sumber Pangan 

Pemkot Bitung menyediakan bibit tanaman khusus pangan agar masyarakat tinggal menanam

Pemkot Bitung menyediakan bibit tanaman khusus pangan agar masyarakat tinggal menanam
Foto: Pemkab Gorontalo
Pemkot Bitung menyediakan bibit tanaman khusus pangan agar masyarakat tinggal menanam

REPUBLIKA.CO.ID, BITUNG -- Penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan membatasi ruang gerak masyarakat, Wali kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban mengajak masyarakat menanam tanaman pangan dan hortikultura di pekarangan maupun lahan kosong di sekitar rumah warga. Tujuannya mengantisipasi apabila pandemi Covid-19 berkepanjangan.

"Pemerintah daerah yang akan menyediakan bibit tanaman dan masyarakat tinggal menanam," kata Wali kota Maximiliaan JL pada pencanangan program ketahanan pangan di Kota Bitung, belum lama ini.

Seruan tersebut dikemukakan Wali kota Maximiliaan JL pada pencanangan program ketahanan pangan melalui kegiatan penanaman perdana singkong, talas dan pisang pada sejumlah kebun milik petani milenial di Kota Bitung, belum lama ini.

"Kami mengajak masyarakat khususnya petani milenial yang memiliki lahan kosong untuk segera diolah lalu ditanami umbi-umbian, bawang merah, tomat dan sayuran. Manfaatnya untuk persiapan makanan apabila pandemi Covid-19 berkepanjangan," katanya.

Walikota Maximiliaan JL menginstruksikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bitung, Sonny S Wenas utuk menyiapkan benih/bibit dan alat mesin pertanian (Alsintan) sehingga warga Bitung tak perlu membeli.

"Kalau ada warga yang membutuhkan benih dan bibit tanaman silakan koordinasi dengan dinas terkait," katanya saat menyerahkan benih dan bibit kepada ketiga pemilik lahan yang diberdayakan untuk kawasan rumah pangan lestari (KRPL).

Penyuluh pusat di Kementerian Pertanian RI, Suwarna selaku pendamping kegiatan penyuluhan pertanian Provinsi Sulawesi Utara langkah Pemkot Bitung sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo pada pengembangan KRPL, lazim disebut pertanian di perkotaan (urban farming).

Program KRPL menjadi perhatian Mentan Syahrul karena setiap rumah tangga dapat mengakses pangan secara mudah dan murah dari aset pribadi di pekarangan rumah, dan kelebihan hasil produksi dapat dijual kepada tetangga maupun dipasarkan kepada pedagang di pasar tradisional.

Pendapat senada dikemukakan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi untuk mendorong unit pelaksana teknis (UPT) di seluruh Indonesia untuk menggelorakan semangat bertani mulai dari rumah tangga hingga ke lahan pertanian.

"Kita tunjukkan pada dunia bahwa pertanian Indonesia tetap optimis berjuang melawan Covid-19. Sektor pertanian adalah dewa penolong bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan, termasuk dari tingkat rumah tangga," kata Dedi Nursyamsi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement