Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Rasulullah Ajarkan Suami Bantu Istri di rumah

Jumat 01 May 2020 06:47 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andi Nur Aminah

Suami dianjurkan bisa membantu istri mengurus rumah tangga serta anak. (ilustrasi)

Suami dianjurkan bisa membantu istri mengurus rumah tangga serta anak. (ilustrasi)

Foto: ideas.time
Sebagian suami beranggapan tugas rumah tangga ialah kewajiban istri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islam merupakan agama yang lengkap hingga mengajarkan bagaimana pembagian tugas suami dan istri ketika di rumah. Sebagian suami beranggapan tugas rumah tangga ialah kewajiban istri. Padahal suami dianjurkan membantu istri menunaikan tugas tersebut.

Kadiv Peranan Wanita Ponpes Idrisiyyah, Ustadzah Yeni Aidah mengatakan kerja sama sangat diperlukan dalam membangun rumah tangga harmonis. Sebab kebarokahan terletak pada keharmonisan rumah tangga.

Baca Juga

Dalam berumahtangga, Yeni mengatakan, ada peran masing-masing suami istri. Tapi peran itu mesti dilalui secara kompak dan saling menghormati. "Bahkan saling membantu (kerja sama) jika ada kerepotan, kesibukan, kepayahan atau bahkan ketidakmampuan dalam menjalankan peran (suami, istri) jika sakit atau hal lainnya. Oleh karenanya kepekaan perlu ditumbuhkan dari tiap pasangan," kata Yeni pada Republika.co.id, Kamis (30/4).

Yeni mengutip kisah Siti Aisyah yang menceritakan Rasulullah ketika di rumah adalah orang yang suka membantu pekerjaan istrinya. Sehingga dapat dimaknai bahwa Rasulullah menyontohkan membantu istri agar menjadi sunnah untuk umatnya.

"Membantunya para suami kepada pekerjaan istri, baik dalam pengurusan anak ataupun pekerjaan rumah lainnya istri akan merasa dihargai, disayangi dan diperhatikan sehingga istri merasa bahagia dan makin bersyukur pada suaminya," ujar Yeni.

Yeni mengimbau suami meningkatkan kepekaan pada tugas rumah tangga. Dengan demikian istri tak perlu repot meminta tolong lebih dulu. "Baiknya jangan dipinta. Jika pun harus dipinta karena suaminya kurang atau tidak peka padahal istri telah payah, repot bahkan sakit harus dengan cara yang sopan, halus dan lembut. Jangan dengan marah-marah sebab nanti akan menimbulkan ketidaksakinahan (ketidaktenangan)," ucap Yeni.

"Para istri niatkan bukan menyuruh tapi meminta tolong barangkali suami berkenan mau membantu, insya Allah kalau suaminya peka akan mengerti," kata Yeni. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA