Jumat 01 May 2020 05:16 WIB

Kepastian Nasib Bundesliga Jerman Tertunda Sepekan Lagi

Sepak bola di Jerman sudah ditangguhkan sejak pertengahan Maret lalu akibat corona.

Logo Bundesliga Jerman.
Foto: http://en.wikipedia.org
Logo Bundesliga Jerman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepastian nasib Bundesliga Jerman musim 2019/2020 kembali tertunda sepekan lagi. Penundaan ini setelah Pemerintah Jerman pada Kamis (30/4) waktu setempat mengumumkan penundaan pengambilan keputusan terkait kemungkinan kelanjutan kompetisi di tengah pandemi Covid-19.

Liga dan pesertanya yang terancam krisis finansial berharap Pemerintah Jerman segera memberi lampu hijau untuk menyudahi penangguhan kompetisi yang sudah berlangsung dua bulan lamanya. Namun, Kanselir Angela Merkel mengumumkan bahwa keputusan terkait itu baru akan diambil pada 6 Mei.

"Yang terpenting adalah semua orang tetap disiplin dan berpegang pada panduan kesehatan," kata Merkel sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (1/5), sembari menambahkan bahwa urusan terkait ajang olahraga baru diambil dalam rapat pekan depan.

Hal itu diumumkan Merkel setelah melakukan rapat virtual dengan gubernur 16 wilayah terkait rencana pelonggaran karantina wilayah dan menyatakan membuka kembali taman bermain, museum, serta tempat ibadah didampingi pemantauan. Pihak operator liga di Jerman, DFL, yang sebelumnya sudah mengajukan proposal berisi protokol kesehatan melanjutkan kompetisi tanpa penonton menyatakan menerima keputusan, tetapi bersiap untuk kembali menggulirkan musim pada Mei.

"DFL dan klub-klub bersiap untuk melanjutkan musim pada Mei, didampingi panduan kesehatan," kata DFL.

Sepak bola di Jerman sudah tertangguhkan sejak pertengahan Maret karena pandemi virus corona. Covid-19 diketahui telah menjangkiti sekitar 160 ribu orang hingga Kamis serta memakan sedikitnya 6.300 korban jiwa.

DFL tentu berupaya untuk menyelesaikan sisa sembilan pertandingan musim 2019/2020 selambat-lambatnya pada 30 Juni, sesuai dengan kesepakatan kontrak bersama sponsor dan pemilik hak siar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement