Kamis 30 Apr 2020 10:12 WIB

Mendag: Impor Gula Akan Masuk ke Indonesia pada Mei

Pemerintah telah keluarkan ijin impor gula bagi tiga BUMN

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Hiru Muhammad
Pekerja menyiapkan gula pasir untuk disalurkan ke operasi pasar dan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Gudang Perum Bulog Sub Divisi Regional Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Jumat (3/4/2020). Pemerintah telah mengeluarkan izin impor gula putih sebanyak 100.000 ton kepada Perum Bulog dan PT RNI (Persero) untuk kebutuhan Ramadan dan lebaran.
Foto: ANTARA/Fauzan
Pekerja menyiapkan gula pasir untuk disalurkan ke operasi pasar dan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Gudang Perum Bulog Sub Divisi Regional Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Jumat (3/4/2020). Pemerintah telah mengeluarkan izin impor gula putih sebanyak 100.000 ton kepada Perum Bulog dan PT RNI (Persero) untuk kebutuhan Ramadan dan lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyatakan, impor gula akan mulai masuk ke Tanah Air pada Mei mendatang. Sebelumnya ia menyebutkan, kuota impor gula konsumsi ditambah sebanyak 550 ribu ton. 

"Penugasan (impor gula) terhadap BUMN (Badan Usaha Milik Negara) diperkirakan masuk pada pertengahan Mei, bisa lebih awal. Yang lain masuk di Mei," ujar Agus dalam konferensi pers usai meninjau ketersediaan bahan pokok di Pasar Kramat Jati, di Jakarta, pada Rabu, (29/4).

Pekan depan, gula impor akan mulai masuk secara bertahap. Demi memastikan distribusinya, Agus mengatakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah melakukan kesepakatan dengan para distributor dan asosiasi. 

"Kita pantau (prosesnya) setiap hari. Sekarang stok gula mulai masuk dan kebutuhan daerah segera kita penuhi sesuai kebutuhan daerah masing-masing," tuturnya. 

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan mengeluarkan surat perizinan impor untuk tiga perusahaan BUMN yang akan memasok gula dari luar negeri tersebut. Pertama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), kedua PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan ketiga Perusahaan Umum Bulog.

Menanggapi keluhan sulitnya impor gula karena terdapat beberapa negara yang memberlakukan lockdown, Mendag mengklaim sudah lakukan antisipasi. "Harusnya bulan ini musim giling tapi mundur sampai Juni, makanya gula langka tapi sudah diantisipasi," katanya. 

Agus mengungkapkan, kelangkaan gula yang terjadi disebabkan akibat naiknya permintaan jelang lebaran, mundurnya musim giling, serta adanya pandemi Covid-19. "Situasi ini tidak terjadi sebelumnya, tapi kita harus lawan Covid-19, sehingga bisa punya keyakinan dan kekuatan mengatasi, terutama pelaku usaha perlu antisipasi penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sehingga pengiriman barang tetap jalan," tuturnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement