Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Trafik Tol di 3 Wilayah Ini Turun Hingga 60 Persen

Selasa 28 Apr 2020 08:38 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Suasana jalan Elevated Tol Jakarta-Cikampek II yang kosong saat ditutup untuk mencegah pemudik di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (25/4). PT

Suasana jalan Elevated Tol Jakarta-Cikampek II yang kosong saat ditutup untuk mencegah pemudik di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (25/4). PT

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Lalu lintas tol terdampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan pemantauan dan evaluasi pada jalan tol yang terdampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan trafik jalan tol di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat terpantau mengalami penurunan. 

"Penurunan trafik jalan tol selama PSBB berkisar 42 persen hingga 60 persen penurunannya," kata Basuki, Senin (26/4). 

Dia menjelaskan, trafik di jalan tol masih didominasi oleh pergerakan lokal pada kawasan megapolitan Jabodetabek dan pergerakan logistik. Basuki menuturkan layanan jalan tol dan nontol tetap beroperasi sebagai jalur logistik untuk pergerakan barang kebutuhan pokok atau pangan, alat kesehatan, serta layanan kesehatan atau kendaraan medis, namun juga untuk pergerakan orang pada skala lokal atau kawasan Jabodetabek.

Baca Juga

Untuk di Jakarta, terdapat tujuh ruas tol yang berada dalam wilayah PSBB yakni Ruas Tol Cawang – Tomang – Pluit, Tol Cawang – Tanjung Priuk – Ancol Timur – Jembatan Tiga/Pluit, Tol JORR Non S (Seksi E1, E2, E3), JORR S, JORR W2 Utara, JORR W2 S, dan Tol Prof Dr Ir Soedijatmo. "Rata-rata penurunan lalu lintas ruas tol di wilayah Jakarta sebesar 42 persen dengan tingkat penurunan terbesar berada di ruas tol Prof Sedijatmo (bandara) sebesar 57 persen," jelas Basuki. 

Demi menekan potensi penyebaran Covid-19, saat ini Kementerian PUPR juga menerbitkan surat izin penutupan sementara Jalan Tol Layang Japek sebagai upaya pembatasan dan pengendalian transportasi. Penutupan sementara Tol Japek dilakukan sejak Jumat (24/4) hingga berakhirnya periode larangan mudik Lebaran Idul Fitri 2020.

"Penutupan Tol Layang Japek berlaku untuk kedua arah, baik arah Cikampek maupun arah Jakarta. Semua akses masuk ditutup, baik dari arah JORR maupun Jakarta-Cikampek bawah dan Gerbang Tol (GT) Cikunir 6 arah Jatiasih dan GT Cikunir arah Rorotan," jelas Basuki. 

Sementara itu, di wilayah Banten terdapat dua ruas tol yang menerapkan PSBB yakni Tol Jakarta-Tangerang dan Tol Tangerang Merak dengan rata-rata penurunan trafik lalu lintas sebesar 37 persen. Angka penurunan terbesar berada di ruas Tol Kunciran-Serpong sebesar 60 persen. Titik check point tersebar di GT Serang Barat, GT Serang Timur, GT Cilegon Timur, GT Cilegon Barat dan GT Merak. 

Di wilayah Jawa Barat, terdapat lima ruas tol menerapkan PSBB yakni ruas Tol Jakarta – Bogor – Ciawi, Tol Jakarta – Cikampek, Tol Jakarta – Cikampek II Elevated, Tol Cikampek – Padalarang, dan Tol Padalarang – Cileunyi. "Di wilayah Jawa Barat tingkat penurunan terbesar berada di ruas Tol Jakarta-Cikampek sebesar 60 persen," tutur Basuki. 

Untuk ruas-ruas tol antar wilayah, penurunan angka trafik lebih tinggi karena pembatasan pergerakan terutama mudik lebaran. Sebagai ilustrasi, kata Basuki, untuk ruas Cikarang Utama ke Kalikangkung (Semarang) penurunan berkisar 60 hingga 70 peraen, sedangkan pada ruas Bakauheuni-Bandar Lampung penurunan hingga akhir April berkisar antara 70 hingga 80 persen. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA