Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

DKM Al Watsliyah Pulogadung Sepakat tak Gelar Tarawih

Senin 27 Apr 2020 20:44 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Muhammad Fakhruddin

Corona dan dampaknya terhadap pelaksanaan ibadah (Ilustrasi)

Corona dan dampaknya terhadap pelaksanaan ibadah (Ilustrasi)

Foto: Republika.co.id
Mediasi dilakukan setelah aksi sekelompok pemuda yang merusak rumah salah satu warga.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Watsliyah, Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung bersama aparat keamanan sudah melakukan mediasi setelah adanya laporan salah satu warga yang menyebut di masjid itu masih melakukan shalat Tarawih selama pandemi virus corona. Pihak DKM sepakat untuk tidak lagi melakukan shalat Tarawih mulai malam ini.

"Tadi pukul 16.00 WIB, camat, kapolsek, danramil dan kasat intel Polres Metro Jaktim sudah bertemu dengan DKM Al Watsliyah, DKM menyampaikan bahwa mulai malam ini tidak melaksanakan tarawih di masjid," kata Camat Pulogadung, Bambang Pangestu saat dihubungi, Senin (27/4).

Bambang mengatakan, mediasi itu dilakukan setelah aksi sekelompok pemuda yang merusak rumah salah satu warga di sekitar masjid tersebut, berinisial A terekam video dan viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/4) dini hari.

Bambang mengungkapkan, peristiwa itu bermula saat A melaporkan adanya shalat Tarawih di Masjid Al Watsliyah Pulogadung. Padahal pemerintah sudah mengimbau untuk melaksanakan ibadah di rumah masing-masing sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.

A, sambung dia, mengambil rekaman video serta foto shalat Tarawih di masjid tersebut pada Kamis (23/4). A lantas melaporkan hal itu kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui akun Twitter milik anaknya.

Bambang menuturkan, karena laporan tersebut, pada Jumat dini hari, sekelompok pemuda di lingkungan tersebut secara spontan meluapkan kekesalannya. Mereka melakukan aksi pengerusakan di depan rumah keluarga A.

"Spontan sih. Mereka membakar petasan, merusak pot tanaman, dan mendorong dorong pagar rumah," papar Bambang.

Namun, jelas dia, masalah itu telah diselesaikan secara damai dan kekeluargaan setelah pihak RW dan RT serta tokoh masyarakat setempat bersama dengan kelompok pemuda dan keluarga A melakukan mediasi, Sabtu (25/4). Dia menyebut, jika aksi serupa terjadi kembali, maka akan dilaporkan kepada polisi.

"Pihak RW, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, menjamin hal seperti ini tidak terulang kembali. Apabila terulang maka sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwewenang dan ditegakkan aturan yang berlaku," imbuhnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA