Senin 27 Apr 2020 10:12 WIB

Tertekan Sentimen Global, Pasar Diprediksi Bergejolak

Pasar menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi kuartalan.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan pagi ini, Senin (27/4). Indeks saham menguat sebesar 0,50 persen ke posisi 4.518,70  setelah sebelumnya sempat terkoreksi ke zona merah di level 4.485,47.
Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan pagi ini, Senin (27/4). Indeks saham menguat sebesar 0,50 persen ke posisi 4.518,70 setelah sebelumnya sempat terkoreksi ke zona merah di level 4.485,47.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan pagi ini, Senin (27/4). Indeks saham menguat sebesar 0,50 persen ke posisi 4.518,70  setelah sebelumnya sempat terkoreksi ke zona merah di level 4.485,47. 

Pergerakan IHSG hari ini disebut akan mendapat pengaruh dari sejumlah data ekonomi yang bakal dirilis pada pekan ini, baik data dari Amerika Serikat (AS) atau pun negara-negara Eropa. Beberapa data yang dinantikan pasar antara lain tingkat pertumbuhan ekonomi secara kuartal.

Baca Juga

"Pertumbuhan ekonomi diprediksi mengalami penurunan hingga ke level negatif. Ini akan menandai awal dari sebuah potensi resesi di AS," kata Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, Senin (27/4).

Tidak hanya itu saja, data mengenai pendapatan dan pengeluaran secara personal yang akan segera dirilis juga diperkirakan mengalami penurunan. Peningkatan penurunan terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir setelah mewabahnya Covid-19. 

Selain itu, pasar juga menantikan pertemuan Bank Sentral Amerika yang akan digelar pada pekan depan. "Meskipun kami melihat tingkat suku bunga tidak akan mengalami penurunan, namun langkah dan stimulus kebijakan akan menjadi perhatian para pelaku pasar pekan depan," ujar Nico. 

Di samping menanti data ekonomi dari AS, pasar juga menanti data ekonomi dari Eropa. Tingkat pengangguran di Eropa diperkirakan mengalami kenaikan. Pasar juga menanti data tingkat pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan juga akan mengalami penurunan.

"Pertumbuhan ekonomi Eropa diprediksi masuk teritori negatif, sehingga ini juga menjadi sebuah tanda bahwa ekonomi Eropa mulai goyang dan memasuki awal resesi," tambah Nico.

Dengan berbagai sentimen negatif tersebut, Nico memperkirakan pasar akan sangat bergejolak pada pekan ini. Menurutnya, IHSG pun berpotensi mengalami pelemahan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement