Ahad 26 Apr 2020 13:56 WIB

Polisi Mesir Tangkap Penyelenggara Pawai Sambut Ramadhan

Pawai sambut Ramadhan digelar saat larangan jam malam Mesir.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah
Pasukan keamanan Mesir menutup jalan selama jam malam karena wabah corona di Kairo, Mesir, Ahad (29/3). Sejak awal Maret, pemerintah telah menutup sekolah, masjid, gereja, dan situs arkeologi
Foto: AP / Nariman El-Mofty
Pasukan keamanan Mesir menutup jalan selama jam malam karena wabah corona di Kairo, Mesir, Ahad (29/3). Sejak awal Maret, pemerintah telah menutup sekolah, masjid, gereja, dan situs arkeologi

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO – Sebuah video yang menayangkan aksi pawai yang diselenggarakan orang-orang Mesir di jalan-jalan kota Alexandria sembari membawa model Ka'bah menjadi viral di media sosial. 

Alexandria adalah kota terbesar kedua di Mesir setelah Kairo. Dalam video itu, mereka mengucapkan "Tuhan itu hebat, tidak ada corona.”

Baca Juga

Kerumunan orang Mesir itu menggelar pawai di pusat kota pada malam hari, tepatnya pukul 21.00. Setelah itu, petugas di Kantor Polisi Moharam Bek menahan beberapa orang yang menyelenggarakan pawai tersebut. Peristiwa yang berlangsung di lingkungan Ghobrial itu didaftarkan dalam laporan resmi dan pihak penutut lantas melakukan penyelidikan.  

Salah seorang warga Moharam Bek di Alexandria, Ahmed El-Sayed, mengatakan bahwa awalnya puluhan warga di lingkungan itu berkumpul selama jam malam untuk menempatkan sebuah model kecil Ka'bah di jalan utama sebagai bentuk perayaan awal Ramadhan. 

Namun, orang yang berkumpul semakin bertambah banyak. Sembari memegang tinggi-tinggi model Ka'bah itu, kata El-Sayed, mereka meneriakkan kata "Tuhan itu hebat."

El-Sayed menambahkan, bahwa banyak penduduk di dalam dan sekitar lingkungan itu bergabung dengan pawai di beberapa jalan di Ghobrial, termasuk Shagaret El-Dor, Samy El-Baroudy dan El-Nofous. Model Ka'bah itu kemudian diletakkan di awal Jalan Samy El-Baroudy.

"Kami terkejut melihat pasukan keamanan menahan para penggelar pawai karena melanggar jam malam. Pawai berlangsung pada waktu yang sama setiap tahun. Meskipun tahun lalu tidak diadakan," kata El-Sayed, dilansir di Arab News, Ahad (26/4).  

Dia melanjutkan, perkumpulan massa itu dimulai pukul 23.00 pada hari terakhir Sya’ban dan berlanjut hingga subuh pada hari pertama Ramadhan pada Jumat lalu. 

Pria yang telah tinggal di Ghobrial selama 25 tahun ini mengatakan, bahwa peristiwa itu adalah hal yang normal dan penduduk memang kerap merayakan awal Ramadhan dengan membuat model Ka'bah terbesar di Alexandria.  

Warga lainnya, Sayed Ahmed, mengatakan bahwa kelompok pemuda di lingkungan itu berkumpul untuk menggantung model Ka'bah di jalan utama sembari melakukan zaffa, perayaan tradisional dengan musik dan tarian. 

Aksi itu digelar untuk menyebarkan kegembiraan di antara penduduk setelah wabah virus corona yang melanda Mesir. Ahmed menyebut wabah itu telah menyebabkan kesedihan dan menghapus kegembiraan perayaan Ramadhan. 

Gubernur Alexandria, Mohamed El-Sherif, menegaskan dalam pernyataan pers bahwa aksi pawai itu adalah tradisi tahunan yang kerap dilakukan warga di daerah itu. 

Menurutnya, model itu sudah ada selama bertahun-tahun. Warga kerap berkumpul keluar di jalan-jalan dan menggantung model Ka'bah di alun-alun. 

"Itu adalah tradisi tahunan. Itu adalah peristiwa biasa dalam keadaan biasa. Namun, dengan virus corona, itu adalah kesalahan besar yang bertentangan dengan semua tindakan pencegahan," kata El-Sherif.  

Namun demikian, dia mengatakan pasukan keamanan telah menahan 20 orang yang dianggap bertanggung jawab atas pawai tersebut. Selain itu, ada denda sebesar 4.000 pound Mesir yang dikenakan pada masing-masing dari mereka. 

Wakil Menteri Peradilan, Sheikh Mohamed Khashaba, mengatakan kepada Arab News bahwa insiden itu dianggap haram. Dia mengatakan, bahwa perkumpulan di jalan-jalan untuk tujuan seperti itu dilarang Allah SWT.

Dia menyebut bahwa Dar Al Ifta (yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan pendapat dan nasihat agama) sebelumnya telah menekankan bahwa pertemuan seperti itu di jalan-jalan atau tempat lain di bawah semboyan atau alasan apapun adalah berbahaya dan tidak ditujukan kepada Tuhan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement