Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Muslim

Nayinar Kuniyappan: Mogul Muslim Keling Pasai Tahun 1500 M

Sabtu 25 Apr 2020 08:32 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Kedatangan orang Eropa di Malaka pada abad 15 M.

Kedatangan orang Eropa di Malaka pada abad 15 M.

Foto: steeemit.com
Kisah Moghul Muslim Keling di Pasai Tahun 1500-an

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Nia Deliana, Mahasiswi Pacasarjana Bidang Sejarah dan Peradaban di Universltas Islam Antarbangsa Malaysia, Tinggal di Turki.

Nayinnar Kuniyappan (wafat 1526) adalah pedagang kaya asal India Selatan yang terlupakan. Karya Jorge  M Dos Santos Alves berbahasa Prancis yang diterbitkan Archipel berjudul Un Tamoul Syahbandar de Samudera-Pasai au début du XVIe siècle ( Shahbandar Tamil di Samudra Pasai Awal Abad ke-16) menjadi satu-satunya sumber utama yang dirujuk oleh pengkaji-pengkaji sejarah diaspora India Selatan di Sumatra dan Selat Melaka abad ke-16, termasuk kronologis fakta dalam tulisan ini.

Artikel ini tidak ditujukan untuk menyediakan penemuan baru melainkan semata berbagi pada pembaca Indonesia dan pencakap Melayu soal sejauh apa gerak Nayinnar Kuniyappan sudah ditemukan.  Semoga kajian lebih jauh terinspirasi dari tulisan kecil ini.  

Sebagai penggelut sejarah, identitas Nayinnar Kuniyappan menarik perhatian saya. Dalam proses menyelesaikan program doktor mengenai orang Keling di Aceh, saya menemukan beberapa hal tambahan krusial, bahwa akhir abad ke-15 telah terbentuk komunitas Nayinnar di Aceh. Sedikitnya sumber primer soal komunitas ini menyebabkan timbulnya beberapa spekulasi, termasuk soal akar kata Nayinnar ini sendiri.

Menurut Sanjay Subrahmaniam (2011), kata Nayinnar ditemukan di Sumatra sejak abad ke-11 di Labo Tuo (Barus), Sumatra Utara. Subrahmaniam mengatakan Nayinar berasal dari kata Nayana yang menunjuk pada profesi ahli perkapalan yang bisa dibilang serupa dengan nakhoda. Pemakaian Nayinar sering ditemukan dikalangan orang Malabar, Koromandel, dan bahkan Persia-India. Batu prasasti kira kira dari abad ke-13 yang ada di Neusu Aceh juga memperlihatkan kata serupa (nam-makkal). Shokoohy (2003) menambahkan bahwa Nayinar adalah nama yang sering disemat pada Muslim berbahasa Tamil.

Sejak akhir tahun 1990an, kajian soal diaspora India Selatan di Sumatra terus meningkat. Sejauh ini diketahui bahwa Tamil India Selatan atau Keling sebagaimana mereka dikenal dengan panggilan tersebut di Asia Tenggara, khususnya kalangan Melayu, telah ada di Barus sejak abad ke-11. Disusul kemudian dengan keberadaan komunitas-komunitas dari India Utara dan Selatan di Pasai pada akhir abad ke 15. Sejak periode ini, jejak-jejak langkah mereka terus bermunculan di abad ke-16-17 dan memuncak pada abad ke 18 hingga kemudian jatuh mundur pada abad ke 19. 

Nayinnar Kuniyappan adalah salah satu figure Keling yang punya kontak dengan kawasan Aceh-Pasai dan  Malaysia-Malaka awal abad ke-16. Berita berita mengenainya diazaskan pada sumber primer dari laporan-laporan Portugis seperti catatan Joao de Barros dan Manuel Godinho. Godinho diinfromasikan berinteraksi langsung dengan Nayinnar Kuniyappan.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, ia bukan Nayinar pertama yang wara wiri berdagang di pulau-pulau Semenajung Melayu, Indonesia, dan Samudra Hindia pada abad ke-16. Telah terdapat Nayinnar-Nayinnar lain yang mendahuluinya, diantaranya Naina Hisana bin Naina (w. 1420), Naina Hishamuddin dan Naina Abdul Karim yang makamnya masih terbujur menunggu kajian lebih lanjut di Pasai, Aceh Utara.

Diketahui pula bahwa Nayinnar Chetu (Setu Nayinar) yang terkenal di Malaka itu juga sadar akan pentingnya peradagangan di kawasan Aceh Utara ini. Ini bisa dilihat dari puterinya yang memutuskan membawa dua orang Portugis ke Pidie dan membantu mereka membangun usaha dan kediaman dagang di kawasan ini.

The Early Years of Melaka and The Formation of An Emporium – http ...

  • Keterangan Foto: Armada Portugis di Malaka pada tahun 1511.

Jaringan dan Pengaruh Dagang

Pasai adalah pelabuhan penting, bahkan sebelum Malaka runtuh tahun 1511. Dilaporkan bahwa setiap tahunnya beraneka ragam kapal dari seluruh penjuru dunia tiba dipelabuhan ini.  India Selatan punya Koromandel, Kanjimedu, Nagore, Nagapattinam, dan khususnya Pulikat yang secara konstan bertali-talian dalam jaringan kelautan dan bisnis pada abad-abad selanjutnya. 

Nayinnar Kuniyappan sendiri berasal dari Kanjimedu. Tidak mengherankan dengan jaringan dagang di wilayah ini yang bertahan secara stabil, ia menjadi salah satu mogul berpengaruh, termasuk di Samudra Hindia.

Menginvestasi dalam jumlah besar adalah salah satu kekuatan dagangnya. Ia dan pedagang Keling lainnya biasa menanam modal pada komoditas kapas dan makanan antara koromandel, Malacca dan Samudra Pasai. Modalnya yang lain terdapat dalam rute perkebunan cengkeh dan pala di Maluku, Banda, Siam dan Bengal. Bahkan ia juga mempercayakan modalnya dalam pasar-pasar Cina.

Sejak sebelum keruntuhan Malaka, relasi bisnis Nayinnar Kuniyappan juga sudah melibatkan pedagang-pedagang independen dan pegawai-pegawai kekaisaran Portugis, seperti misalnya Bastiao Afonso, Joao Rebelo, Pero Vaz Travassos, Antonio Rodrigues dan Lourenco Flores. Ini pula yang menyebabkan perannya begitu penting dalam menjembatani lidah Pasai dan Portugis dalam masa-masa tegang antara tahun 1519-1523.

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA