Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Inggris Perluas Tes Covid-19

Jumat 24 Apr 2020 22:10 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Muhammad Hafil

Inggris Perluas Tes Covid-19. Foto: Suasana tentang St James Park, London Pusat Inggris, 13 April 2020. Debenhams baru-baru ini mengajukan permohonan untuk masuk ke dalam administrasi dan juga menutup 142 toko di Inggris, sesuai dengan pedoman Pemerintah mengenai coronavirus

Inggris Perluas Tes Covid-19. Foto: Suasana tentang St James Park, London Pusat Inggris, 13 April 2020. Debenhams baru-baru ini mengajukan permohonan untuk masuk ke dalam administrasi dan juga menutup 142 toko di Inggris, sesuai dengan pedoman Pemerintah mengenai coronavirus

Foto: EPA
Pemerintah Inggris sempat dikritik karena dinilai gagal melakukan pemeriksaan massal.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pemerintah Inggris berencana untuk memperluas pemeriksaan virus Covid-19 alias Corona kepada pekerja sektoral. Para pekerja yang dimaksud semisal guru, pegawai pemerintah dan pengemudi ekspedisi pengiriman barang.

"Kami dapat membuatnya lebih mudah, cepat dan sederhana untuk pekerja penting di Inggris yang membutuhkan tes untuk mendapatkan tes," kata Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock seperti dilansir laman Reuters, Jumat (24/3).

Dia mengatakan, langkah itu diambil guna membuat Inggris cepat bangkit kembali dari pandemik yang terjadi. Dia melanjutkan, pemeriksaan serupa juga berlaku terhadap pekerja rumah tangga.

Pemerintah Inggris sebelumnya menghadapi kritik karena dinilai gagal melakukan pemeriksaan massal. Sebelumnya hanya karyawan layanan kesehatan dan mereka yang bekerja di panti jompo yang bisa mendapatkan tes.

Data kementerian kesehatan setempat menunjukan bahwa angka kematian akibat infeksi Covid-19 di Inggris hingga Rabu (22/4) lalu telah mencapai 18.738 orang. Jumlah tersebut meningkat 616 orang dalam 24 jam terakhir

Sementara, hingga Kamis (23/4) pukul 09.00 waktu setempat sebanyak 583.496 orang telah menjalani tes Covid-19. Dari jumlah tersebut, sedikitnya sebanyak 138,078 hasil tes dinyatakan positif.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA