Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Kuasa Hukum Romi Pertimbangkan Kasasi

Jumat 24 Apr 2020 18:51 WIB

Rep: Dian Fath Risalah / Red: Ilham Tirta

Terdakwa kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama Romahurmuziy usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (20/1).

Terdakwa kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama Romahurmuziy usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (20/1).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Hukuman terhadap Romi masih jauh dari tuntutan jaksa KPK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kuasa hukum mantan ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy alias Romi, Maqdir Ismail mengaku sedang mempertimbangkan pengajuan kasasi. Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta mengabulkan permohonan banding Romi atas perkara suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Dalam amar putusannya, PT DKI menjatuhkan hukuman setahun pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan. “Kami tidak ada persiapan, kami lagi mempertimbangkan untuk kasasi atau tidak kasasi. Hanya saja kami berharap supaya tidak ada penahanan terhadap pak Romi karena ada kasasi,” kata Maqdir saat dikonfirmasi, Jumat (24/4).  

Hukuman terhadap Romi ini lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta Majelis Hakim menhukum Romi 4 tahun penjara dan denda Rp 250 juta. Hakim juga tidak menjatuhkan hukuman tambahan uang pengganti sebesar Rp 46,4 juta dan pencabutan hak politik Romi.  

Pada Senin, 20 Januari 2020, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 2 tahun pidana dan denda Rp 100 juta terhadap Romi. Romi dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menerima uang suap dari mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Jawa Timur, Haris Hasanuddin dan mantan Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi.   

Suap diberikan lantaran Romi telah membantu Haris dan Muafaq dalam proses seleksi jabatan di lingkungan Kemenag yang diikuti keduanya. Haris dan Muafaq telah divonis dalam kasus ini, yaitu 2 tahun penjara untuk Haris dan 1,5 tahun untuk Muafaq.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA