Sultan Johor Imbau Muslim Patuhi Aturan di Tengah Pandemi

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

 Jumat 24 Apr 2020 17:30 WIB

Sultan Johor Imbau Muslim Patuhi Aturan di Tengah Pandemi. Sultan Johor, Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar. Foto: Reuters Sultan Johor Imbau Muslim Patuhi Aturan di Tengah Pandemi. Sultan Johor, Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar.

Sultan Johor menekankan pentingnya mengendalikan diri dengan tinggal di rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JOHOR BARU -- Sultan Johor, Sultan Ibrahim Sultan Iskandar, mengimbau warganya, terutama Muslim, untuk bertahan di tengah pandemi virus corona sembari tetap mematuhi Perintah Kontrol Pergerakan (MCO) selama bulan Ramadhan ini. Ia mengatakan, Ramadhan kali ini memang terasa sangat berbeda tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi semua warga Johor, Malaysia.

"Pandemi Covid-19 akan mengubah cara kita semua menjalanii bulan suci tahun ini, karena umat Islam tidak akan dapat melakukan tarawih di masjid, sementara orang-orang Johor pada umumnya harus meniadakan hiburan populer mereka mengunjungi bazar Ramadhan," kata Sultan Ibrahim, dilansir di Malay Mail, Jumat (24/4).

Baca Juga

Dalam sebuah unggahan bersamaan dengan hari pertama Ramadhan di laman Facebook-nya, Sultan Ibrahim juga mengingatkan Ramadhan adalah bulan untuk refleksi diri dan melakukan pengendalian diri. Di tengah pandemi seperti ini, ia mengatakan pentingnya mengendalikan diri dengan tinggal di rumah. Sebab, negara tengah berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Ia memahami bulan lalu tidak mudah bagi semua orang. Terutama, bagi mereka yang kehilangan anggota keluarga, teman, dan orang yang dicintai. Di samping itu, ia juga turut merasa iba terhadap mereka yang kehilangan pekerjaan dan kalangan bisnis yang kesulitan akibat wabah ini. Sementara di sisi lain, para pejuang di garda terdepan mempertaruhkan hidup mereka sendiri setiap harinya.

"Tetapi satu-satunya cara memenangkan pertempuran ini adalah dengan mengekang kebiasaan yang kita terima begitu lama," ujarnya.

Penguasa negara bagian Malaysia ini menjelaskan, tantangan seperti ini adalah bagian dari esensi Ramadhan. Sebab, menurutnya, umat Islam yang berpuasa akan memahami disiplin yang diperlukan untuk tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga perasaan dan segala macam sifat buruk.

"Sekarang Anda bisa menambahkan tinggal di rumah pada daftar itu untuk tahun ini. Jadikan yang terbaik dari waktu ini di rumah untuk lebih banyak beribadah, merenung lebih dalam dan berharap segalanya akan menjadi lebih baik," tambahnya.

Selain itu, ia juga mengimbau penganut agama lain untuk berdoa dengan cara mereka sendiri. Seperti di negara lainnya yang terdampak wabah Covid-19, Muslim di Malaysia juga menjalani Ramadhan di tengah lockdown (karantina) dan masjid-masjid juga ditutup. Selain itu, bazar Ramadhan juga ditiadakan tahun ini.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X