Perbaiki atau Perbanyak Bacaan Alquran Saat Ramadhan?

Rep: Ali Yusuf/ Red: Nashih Nashrullah

 Jumat 24 Apr 2020 15:27 WIB

Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alquran. Ilustrasi Membaca Alquran Foto: dok. Republika Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alquran. Ilustrasi Membaca Alquran

Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Ramadhan merupakan bulan Alquran dan pada bulan inilah Alquran pertama kali diturunkan ke dunia ini. 

Ustadz Ahmad Sarwat,  dalam bukunya "Ramadan antara Syariat dan Tradisi" menyarankan Ramadhan ini mesti dijadikan kesempatan bagi siapa saja umat Muslim untuk memperbaiki bacaan Alquran.  

"Jadi yang perlu diluruskan dari tradisi yang sudah baik ini di antaranya memperbaiki kualitas hacaan," katanya.  

Baca Juga

Untuk itu kata dia, bagi mereka yang bacaannya masih belum baik, alangkah baiknya lebih konsentrasi kepada kualitas bacaan, bukan konsetrasi kepada jumlah juz yang dibaca. 

Menurutnya, memang benar, bahwa banyak di antara para ulama dan orang-orang shalih disebut-sebut mengkhatamkan Alquran berkali-kali selama bulan Ramadhan. "Namun kualitas bacaan mereka tentu tidak perlu dipertanyakan lagi," katanya.

Sedangkan yang kemampuannya membaca Alquran masih terbatas, bahkan masih mengeja dengan salah berkali-kali, tentu tidak tepat bila mentargetkan jumlah bacaan. 

Untuk itu jika masih dalam posisi mengeja, tidak perlu mentargetkan untuk khatam berkali-kali, apabila masih membaca Alquran dengan salah dan keliru. "Justru yang harus dikejar adalah memperbaiki bacaan yang salah dan keliru," katanya. 

Ustadz Ahmad  menyampaikan, pada Ramadhan Alquran diturunkan sekaligus dari Lauh Al-Mahfudz ke langit dunia. Pada setiap bulan Ramadhan, Rasulullah SAW lebih banyak membaca Alquran. "Bahkan secara khusus Jibril AS turun untuk melakukan evaluasi atas hafalan dan bacaan beliau SAW," katanya. 

Maka kata dia, merupakan sebuah kesunnahan tersendiri bila di dalam bulan Ramadhan kita memperbanyak membaca Alquran. Dan tradisi di tengah masyarakat kita yaitu tadarusan sudah cukup baik.  

Banyak orang terlihat membaca Alquran, baik dilakukan setelah selesai sholat Tarawih atau pada waktu kapanpun.

Sehingga sudah menjadi tradisi bahwa pada Ramadhan, ada tradisi untuk membaca Alquran sampai khatam, bahkan hingga beberapa kali.  

Ustadz Ahmad menuturkan, bertadarus Alquran selama bulan Ramadhan termasuk kebisaan yang dilakukan Rasulullah SAW. Riwayat Ibnu Abbas menjelaskan, Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, kedermawanan beliau meningkat pada bulan Ramadhan, yaitu ketika didatangi Jibril setiap malam Ramadhan, dia bertadarus Alquran dengan Rasulullah. (HR Bukhari Muslim).

Tradisi seperti ini, kata Ustadz Ahmad, tentu saja amat baik. Karena setiap satu huruf Alquran yang kita baca, Allah SWT 

melipat-gandakannya dengan sepuluh kebaikan. Dan khususnya bagi mereka yang sudah baik bacaannya, semakin banyak membaca Alquran maka akan semakin banyak pahala yang didapatnya, karena kekhususan Ramadhan.

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X