Peristiwa-Peristiwa Penting Saat Ramadhan

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Ani Nursalikah

 Jumat 24 Apr 2020 12:19 WIB

Tiga Peristiwa Penting Saat Ramadhan. Foto: Pixabay Tiga Peristiwa Penting Saat Ramadhan.

Salah satu peristiwa penting saat Ramadhan adalah Nabi menerima wahyu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ramadhan merupakan bulan istimewa bagi umat Islam. Sederet pahala sunnah tambahan dapat diperoleh Muslim yang melaksanakan ibadah saat Ramadhan selain pahala puasa.

Dalam sejarah Islam, Ramadhan ternyata jadi momentum terjadinya sejumlah peristiwa penting. Berbagai peristiwa penting selama Ramadhan dirangkum dalam buku Peristiwa-Peristiwa Sejarah pada Bulan Ramadhan karya Ustadz Syihabudin Ahmad.

Menerima wahyu

Setelah Nabi Muhammad berusia 40 tahun, mulailah tanda-tanda kenabian memancarkan sinarnya. Rasulullah mendapat tanda berupa mimpi seolah melihat fajar menyingsing di waktu subuh.

Mimpi ini berlangsung enam bulan. Rasulullah memikul amanah kenabian selama 23 tahun, dan mimpi tersebut masuk salah satu dari 46 tanda kenabian

Pada Ramadhan tahun ketiga sejak Rasulullah beruzlah di Gua Hira, Allah memuliakan Rasulullah dengan mengutus Jibril yang membawa beberapa ayat Alquran. "Dengan mengamati berbagai bukti dan dalil, kita boleh memastikan peristiwa itu terjadi pada tanggal 21 Ramadhan," tulis Syihabudin.

Isra Mi'raj

Terkait kapannya terjadi Isra Mi'raj, para ulama mengalami perbedaan pendapat. Ada yang mengatakan terjadi pada tahun ketika Allah memuliakan Rasulullah dengan kenabian. Sebagian beranggapan Isra Mi'raj terjadi lima tahun setelah Rasulullah diangkat sebagai nabi.

Namun pendapat di atas terbantahkan oleh fakta Siti Khadijah meninggal pada Ramadhan tahun kesepuluh kenabian. Kejadian ini berlangsung sebelum shalat lima waktu diwajibkan.

"Disini tak ada perselisihan bahwa shalat lima waktu diwajibkan pada malam Isra Mi'raj," ujar Syihabudin.

Iktikaf terakhir Rasulullah

Setelah dakwah Islam kian sempurna karena telah tersebar luas, mulai muncul tanda perpisahan terhadap kehidupan Rasulullah. Tanda-tanda itu muncul dari perasaannya, kemudian terisyaratkan secara jelas dalam perkataan dan perbuatannya.

Nabi beriktikaf di bulan Ramadhan tahun kesepuluh hijriah selama 20 hari. Padahal biasanya hanya dilakukan 10 hari.

"Pada waktu itu Jibril menguji ketepatan hafalan Alquran Rasulullah sebanyak dua kali, walau biasanya dilakukan sekali," tulis Syihabudin.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Play Podcast X