Jumat 24 Apr 2020 03:06 WIB

Masjid Agung Al Furqon Bandarlampung Tiadakan Shalat Tarawih

Masjid yang terletak di pinggir jalan diutamaka untuk tidak mengelar sholat Tarawih.

Corona dan dampaknya terhadap pelaksanaan ibadah (Ilustrasi)
Foto: Republika.co.id
Corona dan dampaknya terhadap pelaksanaan ibadah (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,BANDARLAMPUNG -- Masjid Agung Al Furqon Kota Bandarlampung yang dapat menampung ribuan jamaah, pada bulan suci Ramadhan 1441 H tidak menyelenggarakan Sholat Tarawih berjamaah guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Kami hanya mengikuti anjuran pemerintah yang mengkhawatirkan penyebaran virus corona," kata Imam Masjid Al Furqon H Ujang Hafidz, di Bandarlampung, Kamis malam (24/4).

Ia menjelaskan bahwa untuk menyikapi imbauan pemerintah pihaknya telah memberikan pengumuman kepada jamaah dan warga sekitar dari mulai Sholat Ashar, Maghrib dan Isya.

"Kami juga dari siang telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat mengimbau jamaah masjid ini agar menuruti anjuran pemerintah, saat ini jamaah sudah pada pulang," kata dia.

Menurutnya, masjid-masjid yang terletak di pinggir jalan merupakan fokus utama untuk tidak menjalankan ibadah tarawih pada masa pandemi ini sebab ditakutkan banyak orang dari jalan mampir ke sana untuk melaksanakan sholat.

"Yang dikhawatirkan mungkin ada orang dari perantauan mampir dan ikut sholat di masjid-masjid sedangkan kita tidak tahu asalnya, namun untuk kegiatan sholat wajib dan Jumat pihaknya masih melakukannya tapi semua dilakukan sesuai protokol kesehatan dari pemerintah," katanya.

Sementara itu, warga Bandarlampung, Ijik mengatakan bahwa di mushala tempatnya orang yang melakukan sholat tarawih dibatasi hanya 10 orang saja. "Saya pulang tadi karena ada imbauan dari pamong setempat bahwa sholat di mushala hanya boleh 10 orang untuk mencegah penularan virus corona," kata dia.

Ia pun mengapresiasi tindakan pemerintah tersebut sebab pada zaman Nabi Muhammad SAW, bila ada wabah penyakit di suatu tempat orang diimbau untuk tak mendekatinya. "Ya kita mah ikutin anjuran pemerintah saja dari pada nanti terjadi hal yang tidak dinginkan lebih baik menghindari dari pada terkena penyakit ini," ujarnya.

Pantauan, di lapangan, sejumlah masjid besar yang terletak di pinggir-pinggir jalan di Kota Bandarlampung tidak melaksanakan Sholat Tarawih dan keadaan kosong meskipun ada beberapa masjid yang tetap menggelar kegiatan tersebut namun jumlah jamaahnya tidak banyak.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement