Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Kemendag Sebut, Harga Bawang Merah dan Gula Masih Tinggi

Kamis 23 Apr 2020 20:57 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Andi Nur Aminah

Pedagang membersihkan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. (ilustrasi)

Pedagang membersihkan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. (ilustrasi)

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Harga gula pasir, juga masih ada kenaikan dibandingkan bulan lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan, harga beberapa komoditas masih tinggi. Salah satunya bawang merah.

"Sampai saat ini harga relatif normal kecuali beberapa komoditi yang masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Yang masih di atas HET yaitu bawang merah, dibandingkan sebulan lalu naik 13 persen," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Suhanto dalam rapat virtual bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Kamis, (23/4).

Harga gula pasir, lanjutnya, juga masih ada kenaikan dibandingkan bulan lalu. Saat ini harganya sekitar Rp 18 ribuan.

Baca Juga

Suhanto menyebutkan, harga bawang putih juga masih tinggi, namun sudah relatif turun dibandingkan bulan sebelumnya. "Sebulan sebelumnya harga rata-rata Rp 45 ribu sampai Rp 47 ribu. Saat ini rata-rata sudah di angka Rp 38 ribu," jelas Suhanto.

Dia mengatakan, setiap hari Kemendag memantau harga beragam kebutuhan bahan pokok di 223 pasar pantauan yang tersebar di 96 kabupaten di 34 provinsi. "Data-data harga ini kami sampaikan, dan kami dapat dari kontributor kami dicatat setiap hari jam dua siang," tutur dia.

Kemendag, sambungnya, memiliki dana dekonsentrasi yang digunakan dinas perdagangan menyampaikan harga lewat sistem aplikasi yang sudah dibangun kementerian. Dengan begitu, Kemendag bisa mengetahui naik turun harga komoditi di berbagai pasar yang menjadi barometer di masing-masing daerah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA