Kamis 23 Apr 2020 15:54 WIB

PM Inggris akan Kembali Bekerja Dalam Waktu Dekat

Johnson dibawa ke Rumah Sakit St Thomas pada 5 April karena menderita demam tinggi.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha
Kondisi kesehatan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson setelah dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona, semakin membaik. Sekretaris Irlandia Utara, Brandon Lewis mengatakan, Johnson akan segera kembali bekerja dalam waktu dekat.
Foto: Jason Alden/EPA
Kondisi kesehatan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson setelah dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona, semakin membaik. Sekretaris Irlandia Utara, Brandon Lewis mengatakan, Johnson akan segera kembali bekerja dalam waktu dekat.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Kondisi kesehatan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson setelah dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona, semakin membaik. Sekretaris Irlandia Utara, Brandon Lewis mengatakan, Johnson akan segera kembali bekerja dalam waktu dekat.

Lewis mengatakan, Johnson mengikuti saran dari ahli medis dan dokter selama pemulihan. Menurut Lewis, kondisi Johnson kini jauh lebih baik dari sebelumnya.

Baca Juga

"Saya tidak sabar untuk melihatnya kembali bekerja dan memegang kendali penuh sebagai perdana meteri. Saya yakin dia akan sangat bersemangan untuk kembali bekerja," ujar Lewis kepada Sky News.

Johnson dibawa ke Rumah Sakit St Thomas pada 5 April karena menderita demam tinggi dan batuk secara terus menerus, akibat infeksi virus korona tipe baru atau Covid-19. Dia dipindahkan ke ruang perawatan intensif pada 6 April hingga 9 April. Johnson kemudian berada di kamar perawatan untuk pemulihan hingga akhirnya dibolehkan pulang.

Johnson menyatakan bahwa dia berutang nyawa kepada tim medis yang merawatnya. Hal ini diutarakan setelah dia keluar dari ruang perawatan intensif, karena infeksi Covid-19.

"Rasa terima kasih saja tidak cukup. Saya berutang nyawa kepada mereka," ujar Johnson.

Awalnya Johnson tidak menyebutkan nama kedua perawat yang telah mendampinginya selama di rumah sakit. Namun, pada akhirnya dia menyebutkan kedua nama perawat yang telah berjasa dalam menyelamatkan nyawanya.

"Saya harap mereka tidak akan keberatan jika saya menyebutkan secara khusus dua perawat yang berdiri di samping tempat tidur saya selama 48 jam. Mereka adalah Jenny dari Selandia Baru dan Luis dari Portugal. saya mendapatkan oksigen yang cukup karena setiap detik pada malam hari mereka mengawasi saya," ujar Johnson.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement