Tips Menyiapkan Hidangan Ramadhan untuk Keluarga

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Reiny Dwinanda

 Kamis 23 Apr 2020 08:24 WIB

Memasak (ilustrasi). Saat menyiapkan hidangan Ramadhan untuk keluarga, pastikan keamanan dan kebersihan pangan serta kecukupan gizinya. Foto: www.freepik.com Memasak (ilustrasi). Saat menyiapkan hidangan Ramadhan untuk keluarga, pastikan keamanan dan kebersihan pangan serta kecukupan gizinya.

Chef Degan mengatakan hidangan Ramadhan untuk keluarga harus aman, bersih, bergizi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang bulan Ramadhan 1441 Hijriyah, chef Degan Septoadji Supriyadi mengingatkan masyarakat untuk memerhatikan asupan gizi keluarga. Makanan harus diolah dengan aman dan bersih serta gizinya seimbang.

"Ketika akan memproduksi makanan, minimal mencuci tangan selama 20 detik," ungkap chef Degan dalam konferensi video melalui akun Youtube saluran Badan Nasional Peanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (22/4).

Baca Juga

Chef Degan mengatakan, makanan perlu dipanaskan minimum 72 derajat Celcius. Alat-alat masak juga dibersihkan.

Selain itu, chef Degan merekomendasikan agar mengonsumsi makanan seimbang. Bagi diabetesi, kebutuhan karbohidrat dapat diperoleh dari gandum hitam, beras merah, dan bubur gandum yang tinggi serat dan bagus untuk pencernaan.

Untuk protein, chef Degan mengatakan, ayam, susu, hingga keju bisa dimasukkan ke dalam menu makan keluarga. Mereka yang tidak bisa makan protein hewani tersebut karena punya masalah jantung dan tekanan darah tinggi dapat menggantinya dengan yang lain, misalnya ikan atau telur.

Dalam hidangan sehari-hari, jangan lupakan serat. Aneka buah dan sayuran segar baik untuk dikonsumsi.

"Jangan lupa, buah dan sayuran harus dicuci sebelum dimakan," kata chef Degan.

Saat menyantap hidangan, makanlah dalam porsi lebih kecil. Bagi makanan dalam porsi kecil agar perut bisa lebih sering diisi.

"Yang tak kalah penting adalah kurangi makanan yang berlemak, terlalu manis, atau terlalu asin," ujarnya.

Saat memasuki Ramadhan, chef Degan merekomendasikan makanan manis untuk berbuka puasa. Itu diperlukan untuk mengembalikan kadar gula darah yang turun selama berpuasa.

"Saat berbuka, kita harus mengembalikan energi yang hilang saat berpuasa," ucapnya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...

Berita Lainnya

Play Podcast X