Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Saat Presiden Jokowi Bela Kinerja Terawan

Kamis 23 Apr 2020 00:08 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo.

Foto: Antara/Hafidz Mubarak
Jokowi menilai Terawan sudah bekerja sangat keras.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai kritikan tajam terkait dengan penangan kasus virus Corona baru Covid-19 yang dianggap berjalan lambat. Terawan juga sejak awal dinilai terlalu meremahkan virus tersebut.

Presiden Joko Widodo pun ikut berkomentar ihwal kritikan yang ditujukan kepada dokter Terawan. Menurut Presiden, tidak ada yang sempurna di dunia ini.

"Jadi kalau ada yang mengatakan masyarakat kecewa saya kira itu wajar, setiap pekerjaan ada yang menilai setiap keputusan ada risiko," ujar Jokowi ketika ditanya oleh Najwa Shihab yang disiarkan Trans 7, Rabu (22/4).

Najwa lantas bertanya lebih spesifik ke Jokowi, soal permintaan agar Terawan harus mundur karena kinerjanya dinilai tak memuaskan. "Penilaian berbeda-beda, lalu bagaimana penilaian bapak presiden atas anak buahnya?

Jokowi menegaskan, persoalan yang ditangani Menkes bukan hanya Covid ada juga yang lain misal seperti demam berdarah dengue (DBD) yang juga ramai di beberapa provinsi. Namun untuk urusan covid yang sekarang ditangani Gugus Tugas, ia melihat Terawan sudah bekerja keras. "Saya melihat Terawan sudah bekerja sangat keras," ujarnya.

Koalisi masyarakat sipil melihat absennya kepemimpinan yang peka krisis, tanggap, dan efektif dalam penanganan penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia. Salah satu pihak yang mereka anggap paling bertanggung jawab ialah Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.

"Secara khusus kami juga menyoroti absennya kepemimpinan yang peka krisis, tanggap, dan efektif. Penularan yang terjadi terhadap para pejabat di lingkungan Istana menunjukkan betapa berisikonya sikap yang menganggap enteng penyebaran virus ini," ujar perwakilan dari Kontras, Yati Andriani, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/3).

Menurut dia, salah satu pihak yang paling bertanggung jawab dalam soal ini adalah Menkes. Sejak awal, katanya, Menkes menunjukkan sikap pongah, menganggap enteng, dan antisains, yang terus memandang rendah persoalan.

Hal itu berakibat pada hilangnya kewaspadaan. "Kami menilai risiko yang dihadapi Indonesia saat ini tidak akan dapat ditangani tanpa Menteri Kesehatan yang betul-betul memahami kebijakan kesehatan publik," kata dia.

Koalisi masyarakat sipil mencatat sejumlah kesalahan mendasar yang dilakukan Menkes. Beberapa di antaranya pernyataannya yang menyebut pasien sudah sembuh akan mendapat imun saat pengalaman negara lain menunjukkan sebaliknya.

Dalam beberapa waktu terakhir, Menkes terbilang jarang bicara secara langsung ke wartawan. Semua urusan Corona lewat satu pintu yakni di Gugus Tegas. Kendati begitu, Menkes memiliki peranan cukup penting dalam menyetujui atau tidak PSBB di satu wilayah.

Sebelumnya Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga mengajak semua pihak tidak saling menyalahkan dan menuduh di tengah mewabahnya virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Sebaliknya, Wapres berharap seluruh pihak saling bahu membahu dan bekerjasama dalam menangkal virus asal Wuhan, China tersebut.

"Sebaiknya kita tidak saling menuduh, menuding, tidak saling menyalahkan, kita semestinya saling bahu membahu bergandeng tangan, bersama bekerjasama, bagaimana menghadapi ancaman virus corona ini," ujar Ma'ruf di Jakarta, Kamis (19/3).

Pernyataan Ma'ruf itu disampaikan untuk merespon adanya pihak yang mendesak Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk mundur karena dianggap tak kompeten dalam penanganan Corona. Ma'ruf menilai, di situasi darurat seperti ini tidak semestinya membuat masyarakat resah.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA