Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

UGM Tembus 50 Universitas Terbaik Dunia

Rabu 22 Apr 2020 19:44 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Dwi Murdaningsih

Universitas Gadjah Mada

Universitas Gadjah Mada

Foto: en.wikipedia.org
UGM masuk 50 besar berdasarkan THE Impact Ranking dalam indikator SDGs.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Gadjah Mada (UGM) menempati peringkat 50 besar terbaik di dunia menurut Times Higher Education (THE) Impact Ranking. Peringkat ini pada tujuh kriteria tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

THE Impact Ranking mengukur dan memotret peran universitas di dunia kepada masyarakat melalui ketujuh belas indikator SDGs. Indikator ini merupakan kesepakatan 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ditetapkan pada tahun 2015 dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat global.

"UGM tetap berkomitmen untuk selalu menjadi yang terdepan dalam pengabdian kepada masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa selain berdampak positif pada masyarakat, apa yang sudah dijalankan UGM mempunyai visibilitas yang tinggi di mata dunia,” kata Rektor UGM, Panut Mulyono, dalam keterangannya, Rabu (22/4).

THE Impact Ranking tahun ini diikuti oleh 766 institusi bergengsi di seluruh dunia. Pada penilaian keseluruhan, tahun ini UGM menempati posisi 72 dunia, meningkat dari posisi tahun lalu yang berada pada urutan 101-200, dan posisi  50 besar dunia pada salah satu indikator SDG.

UGM menempati posisi 16 dunia untuk indikator Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), posisi 24 dunia untuk indikator Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnership for the Goals), posisi 25 dunia untuk indikator Tanpa Kemiskinan (No Poverty), dan posisi 26 dunia untuk indikator Ekosistem Daratan (Life on Land).

Di samping itu, untuk indikator Air Bersih dan Sanitasi Layak (Clean Water and Sanitation) UGM menempati urutan 34 dunia, indikator Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) menempati urutan 41 dunia, dan untuk indikator Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities) menempati urutan 49 dunia.

"Sebenarnya sejak UGM berdiri, UGM telah secara konsisten melaksanakan mandat yang diembannya, yaitubekerjauntukkemanusiaan dan pembangunanbangsamelaluiTridarma untukmencapai tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut. Hanya saja, masih banyak hal yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki agar yang dilakukan dapat betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ika Dewi Ana.

Selain ketujuh SDGs tersebut, UGM juga menempati urutan 51-100 dunia untuk 5 SDGs, urutan 101-200 untuk 2 SDGs, dan 201-300 untuk ketiga SDGs lainnya. Ika menambahkan, upaya yang berkelanjutan harus dipertahankan dan terus ditingkatkan agar UGM dapat menjalankan Tridarma perguruan tinggi yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan lebih optimal.

"Perencanaan, pelaksanaan, pengukuran, pendataan, dan pendokumentasian aktivitas kampus secara benar perlu dikembangkan terus-menerus untuk mengetahui yang kita lakukan sudah tepat dan menjadi sumber belajar yang baik," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA