Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Jelang Ramadhan, Telkomsel Bangun 11 Ribu BTS Baru

Rabu 22 Apr 2020 14:19 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Gita Amanda

Tekomsel bangun 11 riby BTS jelang Ramadhan.

Tekomsel bangun 11 riby BTS jelang Ramadhan.

Foto: Rekotomo/Antara
Penambahan BTS tersebut sebagai upaya penguatan akses jaringan pada saat Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Operator telekomunikasi PT Telkomsel telah membangun 11 ribu Base Transceiver Station (BTS) 4G baru. Penambahan BTS tersebut sebagai upaya penguatan akses jaringan pada saat Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.

"Upaya penguatan dan pengamanan akses jaringan berteknologi terdepan di sejumlah titik prioritas telah kami lakukan guna memaksimalkan pemanfaatan layanan," kata Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro, Selasa (21/4).

Telkomsel memperkirakan akan terjadi lonjakan trafik komunikasi pada saat Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Untuk layanan broadband, lonjakan diperkirakan sebesar 20 persen. Sedangkan untuk trafik layanan legacy voice dan SMS diprediksi mengalami penurunan.

Selain menambah BTS, Telkomsel juga mengoperasikan tambahan 69 unit Compact Mobile BTS (COMBAT), serta menambah kapasitas gateway internet menjadi 6,100 Gbps (6 Tbps). Hal ini untuk menjamin kelancaran akses data di seluruh Indonesia.

"Secara keseluruhan, Telkomsel saat ini memiliki 219 ribu unit BTS di seluruh penjuru negeri, dengan 87 ribu unit di antaranya merupakan BTS 4G," terang Setyanto.

Selain itu, Telkomsel juga telah memusatkan optimalisasi kualitas dan kapasitas jaringan di sekitar 436 point of interest (POI) yang berfokus pada 309 titik area residensial yang teridentifikasi mengalami kenaikan trafik telekomunikasi yang sangat signifikan sejak diberlakukannya imbauan dari Pemerintah RI untuk beraktivitas di rumah.

Sejumlah area tersebut yaitu 58 titik rumah sakit rujukan Covid-19, 38 titik area transportasi utama di tiap provinsi seperti bandara dan pelabuhan, 31 titik area transportasi logistik, alat-alat kesehatan dan kebutuhan pokok. Sementara untuk pengamanan jaringan dilakukan di akses jalur tol dan jalan utama sepanjang 16 ribu km yang terbentang dari Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA