Rabu 22 Apr 2020 13:00 WIB

Asosiasi Ojek Daring Terima Bantuan Paket Makanan

Di masa PSBB pengemudi ojek daring termasuk yang terkena dampak.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi
Logo BKPM. BKPM berkoordinasi dengan para investor asing yang ingin berpartisipasi mengatasi wabah Covid-19 di Indonesia.
Foto: BKPM
Logo BKPM. BKPM berkoordinasi dengan para investor asing yang ingin berpartisipasi mengatasi wabah Covid-19 di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Indonesia (Garda Indonesia) telah menerima bantuan paket makanan dari CJ Indonesia. Penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut donasi yang telah diberikan perusahaan asal Korea Selatan itu senilai Rp 4 miliar melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), untuk penanggulangan wabah Covid-19 di Tanah Air.

Bantuan yang dikirimkan kepada komunitas Garda Indonesia sudah hampir sebanyak 2.000 paket. Setiap paket berisi dua produk roti dan dua kotak susu cair. Distribusi dilakukan dua kali. Pertama pada Selasa, 14 April 2020 sebanyak 996 paket dan kedua pada Sabtu, 18 April 2020 sebanyak 1.000 paket. 

Baca Juga

Juru Bicara BKPM Tina Talisa mengatakan, donasi CJ Indonesia dibagikan ke berbagai fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas serta disalurkan pula kepada komunitas terdampak Covid-19. 

"Semoga bantuan ini dapat melengkapi kebutuhan asupan gizi para pengemudi ojek online," kata Tina melalui siaran pers pada Rabu, (22/4).

Di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), lanjut Tina, pengemudi ojek daring termasuk yang terkena dampak. Sementara peran mereka dibutuhkan masyarakat untuk layanan belanja atau pengiriman barang.

Ketua Garda Indonesia Igun Wicaksono menyampaikan, pendistribusian paket donasi berjalan lancar dan kondusif. Tim dapat menjangkau beragam komunitas ojek daring di wilayah Jakarta, Bekasi, dan Depok. 

"Alhamdulillah, kami telah menyampaikan amanah ini kepada para pengemudi, termasuk teman-teman kami yang disabilitas fisik dan tunarungu. Pendistribusiannya berjalan lancar. Semoga bisa menambah semangat teman-teman," ujar Igun.

Sebagian besar anggota komunitas ojek daring menyampaikan penurunan penghasilan sebesar 70 sampai 90 persen sejak pandemi Covid-19 terjadi. Mereka bersyukur mendapat bantuan itu. Pengemudi ojek daring tunarungu Maliki menyampaikan apresiasinya. "Terima kasih BKPM dan CJ Indonesia atas bantuannya yang sangat membantu kami melakukan aktivitas agar selalu sehat," ujar Maliki.

Pada kondisi pandemi ini, BKPM melakukan koordinasi dengan investor-investor asing yang ingin berpartisipasi dalam penanggulangan wabah Covid-19 di Indonesia. Dari Korea Selatan, telah disampaikan bantuan dari CJ Indonesia dan sebelumnya dari empat perusahaan di bawah naungan LG Group.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement